KAWENTARAN - Kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak di Bumi Bung Karno terus ditingkatkan.
Mulai hari ini (23/4), petugas kesehatan bakal dikerahkan untuk melakukan penyisiran besar-besaran terhadap sekitar 500 hingga 600 balita yang terdeteksi belum mendapatkan imunisasi.
Baca Juga: Kacabdindik Blitar Ajak Para Siswa Terapkan Pola Hidup Sehat dan Rajin Olahraga: Jangan Mager
Informasi yang diterima Koran ini, proses imunisasi ini tidak hanya terpusat di fasilitas kesehatan (faskes) yang ada di wilayah kota, tetapi merambah hingga ke institusi pendidikan.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, Silvia Dewi Kusumawati mengatakan, sasaran vaksinasi ini difokuskan bagi anak usia 9 hingga 59 bulan.
Targetnya adalah balita yang sempat terlewat atau belum pernah vaksin campak pada jadwal rutin sebelumnya.
“Fokus utamanya adalah anak-anak yang bersekolah di wilayah kota. Kami tidak memandang domisili asal. Meski aslinya warga luar kota, selama bersekolah di sini tetap kami imunisasi,” ungkapnya.
Vaksinasi yang berlangsung hingga 2 Mei mendatang ini melibatkan dinas pendidikan. Petugas medis akan mendatangi kelompok bermain (KB) sesuai jadwal yang telah disusun.
Orang tua pun diimbau memastikan anaknya berada di sekolah saat tim kesehatan tiba agar cakupan vaksinasi bisa maksimal.
Baca Juga: Harga Minyak Goreng di Blitar Naik, Stok Subsidi di Pasar Mulai Menipis
Silvia tak menampik jika tantangan di lapangan kerap berbenturan dengan persepsi masyarakat. Masih ada orang tua yang menganggap remeh penyakit campak karena gejalanya yang tampak umum.
Padahal, bagi balita, campak bisa memicu komplikasi serius jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Kami sangat berharap orang tua kooperatif. Jika ada yang menolak, kami akan lakukan pemantauan dan pendekatan persuasif agar mereka paham pentingnya imunisasi ini. Jangan sampai ada anak yang tertinggal,” imbuhnya.
Mengenai ketersediaan dosis, dinkes telah mengajukan permintaan stok vaksin ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur sesuai estimasi sasaran.
Baca Juga: 5 Mobil Paling Irit BBM Non Hybrid di Indonesia, Nomor 1 Tembus 26 Km/L dan Jarang Diketahui!
Program ini diharapkan mampu menciptakan herd immunity.
Untuk diketahui, Kota Blitar masih nihil data kasus campak. Kendati demikian, dinkes tetap bersiaga menyusul temuan satu kasus positif di kabupaten tetangga, Tulungagung, serta munculnya sejumlah suspek di berbagai wilayah Jawa Timur, mulai dari Gresik, Madiun, hingga Kabupaten Malang. (mg1/c1/ady)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar