Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Disperindag Kota Blitar Klaim Stok Migor di Pasaran Aman: Tapi Cepat Ludes

M. Luki Azhari • Jumat, 24 April 2026 | 11:30 WIB
STOK MENIPIS: Seorang pedagang di Pasar Pon mengambil stok MinyaKita kemasan pouch 1 liter, kemarin (23/4). Tingginya minat beli membuat ketersediaan minyak ini cepat menipis sebelum jadwal pengiriman mingguan tiba.
STOK MENIPIS: Seorang pedagang di Pasar Pon mengambil stok MinyaKita kemasan pouch 1 liter, kemarin (23/4). Tingginya minat beli membuat ketersediaan minyak ini cepat menipis sebelum jadwal pengiriman mingguan tiba.

BLITAR KAWENTAR - Isu fenomena kelangkaan minyak goreng kemasan MinyaKita di tingkat pedagang pasca-Lebaran memicu perbedaan keterangan antara kondisi lapangan dan keterangan pemerintah.

Meski beberapa waktu terakhir sejumlah pelaku usaha mengeluhkan kekosongan stok, Pemkot Blitar menyebut alokasi barang sebenarnya tetap tersalurkan secara berkala ke pasar-pasar tradisional.

Baca Juga: Gebrakan IIMS 2026: VinFast VF MPV7 Resmi Meluncur, Mobil Listrik Keluarga Premium Harga Rp300 Jutaan yang Bikin Kompetitor Ketar-ketir!

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Parminto mengatakan, informasi mengenai hilangnya MinyaKita dari pasaran perlu diluruskan karena pasokan terpantau masih mengalir di titik distribusi utama.

Dia menegaskan, berdasarkan pantauan timnya, produk tersebut masih dapat ditemui di beberapa lokasi kunci.

Baca Juga: Sering Mati Lampu? Simak Keunggulan BYD Atto 1 Premium yang Bisa Jadi Genset Darurat di Rumah

“Terkait adanya informasi yang katanya MinyaKita kosong di pasaran, perlu kami tegaskan bahwa barang tersebut masih tersedia, baik di pasar tradisional seperti Pasar Templek, Pasar Pon, maupun Pasar Legi,” ujarnya kepada Koran ini, kemarin (23/4).

Kondisi ini terjadi di tengah tren kenaikan harga minyak goreng nonsubsidi yang mulai membebani konsumen.

Baca Juga: Gila-gilaan! BYD Seal 06 GT 2026 Meluncur Harga Rp300 Jutaan, Cas 5 Menit Siap Tembus Jakarta-Surabaya Sekali Jalan

Saat ini, harga minyak kemasan di Kota Blitar rata-rata melonjak sekitar 5 persen menjadi Rp 25 ribu per liter, sementara minyak goreng curah merangkak naik ke angka Rp 20 ribu per kilogram.

Lonjakan harga pada merek lain inilah yang ditengarai memicu masyarakat beralih secara masif ke MinyaKita yang harganya jauh lebih ekonomis.

Baca Juga: Bikin Pesaing Eropa Gemetar, SUV Listrik BYD Atto 3 Premium 2026 Hadir Lebih Dewasa dan Mewah, Simak Spesifikasi Lengkapnya!

Parminto menjelaskan, pemerintah memiliki jaringan distribusi yang terdiri dari 47 pedagang yang sudah masuk dalam data Bulog sebagai penerima resmi.

Jaringan tersebut mencakup 15 pedagang di Pasar Templek, 13 di Pasar Pon, dan 9 lainnya di Pasar Legi.

Baca Juga: Tips Cek Mobil Listrik Second Harga Rp200 Jutaan: Untung Melimpah atau Malah Buntung? Simak Review Jujur MG4 EV Ini!

Dia mengungkapkan bahwa pengiriman terbaru baru saja dilakukan pada Selasa (21/4) lalu. Setiap pedagang menerima alokasi pasokan untuk menjaga ketersediaan di lapak.

“Selasa kemarin sudah dikirim. Per pedagang dapat 5 dus MinyaKita. Setiap dusnya berisi kemasan 2 literan,” jelasnya.

Baca Juga: Sekjen ATR/BPN Buka-bukaan Soal Kendala Proyek ILASPP: Target Fisik 2026 Harus Dikebut, Semua Pihak Wajib Kerja Keroyokan!

Terkait fenomena stok yang sering terlihat kosong di tingkat pengecer, Parminto menilai hal tersebut sebagai dampak dari tingginya minat pembeli.

Menurutnya, perbedaan harga yang mencolok dengan produk lain membuat stok yang ada di pedagang sangat cepat terserap oleh konsumen.

Baca Juga: Sentuhan Reforma Agraria di Desa Soso Blitar: Petani Perempuan Kini Jadi Ujung Tombak Ekonomi, Tak Lagi Sekadar Ibu Rumah Tangga!

“Memang di pasaran banyak dicari pembeli, karena harga lebih murah dibanding minyak medium yang lain. Tapi stoknya masih ada. Memang di pedagang eceran sudah mulai habis atau tinggal beberapa saja, karena pengiriman seminggu sekali,” tambahnya.

Meski begitu, dia menjamin bahwa selama jadwal pengiriman rutin dari Bulog tetap berjalan, kebutuhan masyarakat akan tetap terpenuhi.

Baca Juga: Jangan Bingung Lagi! Ini Panduan Lengkap Balik Nama Sertipikat Tanah dari Orang Tua ke Anak: Simak Syarat, Prosedur, dan Rincian Biayanya!

Dia pun meminta warga untuk tidak melakukan aksi borong agar distribusi barang tetap merata di pasaran.

“Kami harap masyarakat tidak panik. Barang masih ada dan tersedia karena Bulog kirim setiap seminggu sekali,” tandasnya. (mg1/c1/ady)

Editor : Muhammad Adib Falih Rifly
#Kelangkaan Minyak Goreng #Stok Sembako #MinyaKita #disperindag Kota Blitar #Harga Pangan Blitar