KAWENTARAN - Pengalaman pertama menjadi hal yang tak terlupakan, apalagi bisa mendapatkan gelar juara nomor 1.
Hal itu yang dirasakan oleh Andrian Kurniawan, atlet sepeda mountain bike (MTB), saat mengikuti ajang sepeda Gravel, pada Minggu (19/4).
Andrian, sapaan akrabnya bisa membuktikan diri untuk mencapai garis finish pertama di kawasan wisatan Candi Penataran, kategori MTB.
Usai melewati 100 km yang dimulai Kantor Kabupaten Blitar di Kanigoro. Dia berhasil menyelesaikan tantangan bersepeda mengelilingi Kabupaten Blitar, dengan catatan waktu 3 jam 23 menit.
Baca Juga: Disperindag Kota Blitar Klaim Stok Migor di Pasaran Aman: Tapi Cepat Ludes
“Saya tertarik ikut gravel, karena ada kelas MTB dan rutenya panjang, sehingga tertantang.
Menurutnya pengalaman pertamanya ikut bersepeda marathon ini menyasyikan, karena harus tahan mengendarai sepeda di tanjakan dan turunan,” ujar Andrian.
Warga Kelurahan Karangangsari, Kota Blitar ini mengaku sudah sering menjajal rute MTB di Kabupaten Blitar.
Namun hanya Blitar selatan saja yang pernah dia tamatkan, sedangkan rute gravel dari Kanigoro, menuju Kecamatan Binangun, Wlingi hingga ke utara melewati Gandusari dan berakhir di Candi Penataran Kecamatan Nglegok.
Tantangan semakin berat, karena rute gravel tahun ini memiliki elevasi 1040 meter.
Tentu terdapat banyak tanjakan yang dihadapi oleh peserta, yang juga dirasakan oleh Andrian. Namun terbayarkan dengan pemandangan yang luar biasa, di setiap rute yang dilewatinya.
“ Pemandangan paling bagus berada di atas wisata Kebun Kopi Karanganyar.
Melewati kebun kopi dan nanas. Paling menantang saat menyusuri area pertambangan pasir, dan harus menerjang arus sungai,” ungkapnya.
Meskipun begitu, perjalanan Andrian menuju garif finish tidak selalu mulus.
Karena, dia sempat terjatuh saat berada di perbatasan Kecamatan Sutojayan dengan Binangun.
Badannya tersungkur, usai tidak bisa mengerem laju sepedanya saat melewati jalan turunan tajam.
Sepanjang 100 km rute gravel ini, terdapat tiga checkpoint (CP) yang bisa dimanfaatkan untuk peserta beristirahat.
Namun berbeda, Andrian terus mengayuh sepedanya, hingga CP 3 untuk menukarkan botol minum dari ayahnya yang mengawalnya dengan motor.
Sebelumnya, dia harus menahan haus sejak berada di Kecamatan Talun.
Andrian tidak menargetkan juara 1, karena jalannya banyak yang aspal.
Sedangkan, sepeda MTB miliknya kuat ketika memasuki rute gravel atau terjal.
Meskipun begitu, dia tetap bisa membuktikan kekuatannya bisa naik podium.
“Saya persiapan untuk Gravel Blitar selama dua minggu.
Dengan latihan bersepeda ke Gunung Kelud dan Blitar Selatan, dengan jarak lebih dari 100 kilo meter.
Nantinya, jika ada acara sepeda marathon lagi, akan ikut lagi karena sudah merasa tertantang saja mas,” pungkasnya. (*/c1/ady)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar