WISATA UNGGULAN: Sejumlah pengunjung melintas di kawasan city walk Makam Bung Karno, Kota Blitar, Selasa (21/4). Kenyamanan di jalur pedestrian kini terus ditingkatkan guna menjamin kekhusyukan para peziarah.
BLITAR KAWENTAR - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar memastikan telah mengevaluasi sistem pengamanan di objek wisata Makam Bung Karno (MBK). Itu setelah sempat terjadi gangguan ketertiban di kawasan city walk yang melibatkan penyanyi jalanan.
Meski insiden yang melibatkan pengamen tersebut sudah diatasi, dinas harus memperluas jangkauan pengawasan ke seluruh destinasi wisata nasional ini.
Plt Kepala Disbudpar Kota Blitar, Rike Rochmawati menjelaskan, penertiban yang dilakukan beberapa waktu lalu merupakan langkah terakhir karena upaya persuasif tidak diindahkan. Menurutnya, keberadaan oknum pengamen tersebut meresahkan pengunjung karena menghalangi jalur pejalan kaki, ditambah adanya dugaan bahwa mereka dalam pengaruh alkohol.
"Awalnya kami peringatkan secara persuasif, tapi ternyata tetap kembali. Akhirnya kami minta bantuan satpol PP, karena ternyata kondisinya mereka diduga mabuk. Alhamdulillah, saat ini situasi sudah kembali terkondisikan," jelasnya kepada Koran ini beberapa waktu lalu.
Atas kejadian tersebut, Rike menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya akan difokuskan di area MBK. Disbudpar akan melakukan pemantauan di lokasi wisata lain yang masuk dalam ranah wewenang mereka guna menjamin kenyamanan wisatawan secara menyeluruh di Bumi Bung Karno.
"Kami akan melakukan pengawasan juga di lokasi-lokasi lain. Hal ini penting agar seluruh objek wisata kita tetap ramah bagi pengunjung dan bebas dari gangguan ketertiban umum," tambahnya.
Meski memperketat pengawasan, Rike menyatakan tetap mendukung kreativitas warga. Dia menyarankan para pelaku seni jalanan untuk menggunakan wadah yang tepat, seperti area car free day (CFD), daripada beroperasi di titik-titik yang dapat mengganggu akses publik.
Dia berharap para penggiat seni bisa menyalurkan bakatnya dengan cara yang baik dan tertib di tempat yang telah disediakan.
Seperti diwartakan, beredar video pendek di media sosial yang menampilkan aksi sejumlah pengamen di kawasan city walk Makam Bung Karno (MBK). Video tersebut pun viral setelah memperlihatkan para pengamen dianggap menghalangi arus jalan peziarah.
Baca Juga: Kepedulian Duta Pemuda Blitar 2024 Terhadap Sekolah Inklusi: Misi Saya Tekan Anak Putus Sekolah
Kejadian tersebut memicu beragam komentar dari netizen terkait kenyamanan di area wisata religi dan mempertanyakan peran pemerintah dalam hal pengawasan. (mg1/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah