BLITAR KAWENTAR – Dinas Kesehatan Kabupaten (Dinkes) Blitar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak fenomena iklim ekstrem yang dikenal dengan istilah “Godzilla El Nino”.
Kondisi ini berpotensi memicu cuaca panas berkepanjangan, kekeringan, hingga meningkatnya risiko gangguan kesehatan di masyarakat.
Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati mengatakan perubahan cuaca ekstrem dapat berdampak langsung pada kondisi tubuh, terutama jika tidak diimbangi dengan pola hidup sehat. "Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk mulai menerapkan langkah pencegahan sejak dini," katanya.
Salah satu langkah yang dianjurkan adalah penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah. Hal ini penting untuk mengurangi paparan polusi dan debu yang cenderung meningkat saat musim kering.
"Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih sekitar dua hingga tiga liter per hari guna mencegah dehidrasi," jelasnya.
Dinkes juga mengingatkan pentingnya penerapan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat penampungan air. Langkah ini bertujuan mencegah berkembangnya nyamuk yang dapat memicu penyakit seperti demam berdarah (DB).
Selain itu, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) perlu terus dijaga, seperti mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir serta menjaga kebersihan lingkungan.
Upaya ini dinilai efektif dalam menekan risiko penularan penyakit di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Untuk menjaga daya tahan tubuh, masyarakat juga disarankan mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta vitamin yang dibutuhkan.
"Dengan imunitas yang terjaga, tubuh akan lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu," pungkasnya.
Dia menegaskan, kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan menjadi kunci utama dalam menghadapi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
“Jika mengalami gejala sakit, masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan lebih lanjut,” tegas dr Christine.(kho/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah