Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Kisah Asisten Advokat di Blitar yang Rela Banting Setir Demi Cuan dengan Jadi Kreator Konten

M. Subchan Abdullah • Senin, 27 April 2026 | 15:00 WIB
Silviana Nova Putri Reza untuk Radar Blitar 
POTENSI CUAN: Silviana Nova Putri Reza kini fokus terjun dalam dunia kreator konten yang lebih menjanjikan.
 Silviana Nova Reza Putri untuk Radar Blitar - POTENSI CUAN: Silviana Nova Putri Reza kini fokus terjun dalam dunia kreator konten yang lebih menjanjikan.

BLITAR KAWENTAR - Dulu, Silviana hanya menghabiskan waktu luang dengan mengunjungi kafe. 

Bukan untuk bekerja, melainkan sekadar bersantai dan mengabadikan gaya berpakaian. 

Baca Juga: Perlintasan Sebidang KA Tanpa Palang Pintu Masih Mengancam Keselamatan di Wilayah Sanankulon Blitar

Awalnya cuma iseng-iseng, suka ke kafe buat foto OOTD. Terus kepikiran bikin slide foto, ternyata viral,” ujar warga Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu ini. 

Dari sana, permintaan mulai berdatangan. Banyak warganet meminta spill” gaya berpakaian yang ia kenakan. Respons itu menjadi titik awal yang mengubah hobi menjadi peluang.

Baca Juga: Pemkab Blitar Sudah Siapkan Rp 6 Miliar untuk Perbaikan Jalan Rusak Penghubung Desa Karangrejo-Sumberagung

Namun, jalan yang dia pilih tidak sejalan dengan latar belakang pendidikannya.

 Silviana Nova Reza Putri merupakan sarjana hukum, bidang yang secara umum jauh dari dunia kreator konten.

Baca Juga: Cegah Kecurangan Timbangan, Disperindag Blitar Mulai Gencarkan Sidang di Pasar Tradisional.

Dia sempat mencoba jalur karier yang linier dengan pendidikannya, bekerja di kantor pengacara. 

Tetapi, realitas berbicara lain.

Baca Juga: Godzilla El Nino di Depan Mata, Dinkes Kabupaten Blitar Minta Masyarakat Waspada Suhu Panas Percepat Siklus Perkembangbiakan Nyamuk DBD

Pendapatan yang ia terima saat itu dinilai belum mampu memenuhi kebutuhannya, terlebih jika harus melanjutkan pendidikan profesi advokat yang memerlukan biaya besar.

Waktu itu aku sudah mulai di konten juga. Aku mikir, penghasilannya lebih cukup dibanding kerja kantoran,” katanya.

Baca Juga: Kota Blitar Raih Juara 3 Nasional Kinerja Tinggi HUT Otonomi Daerah, Mas Wali: Ini Kado untuk Masyarakat

Keputusan besar pun diambil.

Dia memilih keluar dari pekerjaannya dan fokus menekuni dunia digital yang sebelumnya hanya dia jalani sebagai sampingan.

Baca Juga: Puluhan Kucing Liar di Pasar Tradisional Kabupaten Blitar Jadi Sasaran Sterilisasi, Disnakkan: Demi Tekan Populasi

Perjalanan tersebut tidak serta-merta mulus.

Pada masa awal, Silviana menghadapi tantangan yang cukup berat, mulai dari sulitnya mendapatkan pengikut hingga membangun kepercayaan audiens.

Baca Juga: ⁠Semangat Boni Sardjono Menggerakkan Para Lansia di Blitar untuk Tetap Aktif dan Produktif lewat Berbagai

Dia juga harus memahami cara meningkatkan performa penjualan atau gross merchandise value (GMV), yang menjadi indikator penting dalam dunia affiliate marketing.

Sulit banget di awal, cari followers dan naikin GMV itu tidak gampang. Belum lagi akun pernah keblokir permanen,” ujarnya.

Baca Juga: Jelang Keberangkatan Haji, CJH Gandusari Blitar Mulai Jalani Vaksinasi Polio

Kondisi tersebut sempat membuatnya hampir menyerah.

Namun, ketertarikannya pada dunia konten dan tekad untuk bertahan membuatnya terus mencoba.

Baca Juga: Revitalisasi Alun-Alun Sidoarjo 2026: Langkah Strategis Optimalisasi Ruang Terbuka Publik (Perspektif Sosial-Ekonomi)

Risiko lain juga datang dari sisi bisnis.

Dia mengaku pernah mengalami kerugian akibat kerja sama yang tidak berjalan baik.

Baca Juga: Dilema Sistem Zonasi Sekolah di Surabaya: Antara Pemerataan Akses dan Ketimpangan Pendidikan

Beberapa pihak yang mengajukan kerja sama produk tidak memenuhi kewajiban pembayaran komisi. 

Selain itu, pemblokiran akun juga berdampak langsung pada hilangnya saldo yang belum sempat ditarik.

Baca Juga: Realisasi Investasi Kota Blitar Triwulan Pertama 2026 Capai Rp109 Miliar, Sektor Apa yang Tertinggi?

Meski demikian, Silviana tetap bertahan.

Dia terus membangun ulang akunnya, bahkan hingga tiga kali pergantian.

Baca Juga: Ratusan Alat Ukur Pedagang di Blitar Lolos Uji Tera, Disperdagin Jamin Keakuratan

Konsistensi tersebut perlahan membuahkan hasil. 

Dalam kurun waktu sekitar 5 tahun, dia berhasil menjadikan aktivitas kreator konten sebagai sumber penghasilan utama.

Baca Juga: TERBARU! Suzuki Karimun 2026 Makin Gahar di Indonesia, City Car Irit BBM Ini Siap Jadi Mobil Sejuta Umat!

Saat ini, kerja sama dengan berbagai brand, termasuk produk kecantikan, menjadi salah satu sumber pemasukan terbesar.

Dalam satu kontrak kerja sama, dia bisa memperoleh nilai jutaan rupiah, belum termasuk komisi harian dari penjualan produk yang dia promosikan. 

Baca Juga: WOW! Suzuki Karimun 2026 Resmi Hadir di Indonesia, City Car Legendaris Ini Lebih Modern, Irit BBM, Harga Mulai Rp134 Jutaan!

Jika diakumulasi, penghasilannya dalam satu bulan dapat mencapai puluhan juta rupiah.

Bagi Silviana, perjalanan ini bukan sekadar soal angka.

Baca Juga: TERUNGKAP! Suzuki Karimun 2026 Diprediksi Jadi City Car Favorit Baru di Indonesia, Ini Harga, Fitur, dan Kelebihannya!

Dia melihatnya sebagai proses menemukan jalan sendiri, meski harus keluar dari jalur yang dianggap aman.

Dari sekadar foto santai di kafe, kini dia membangun identitas baru di dunia digital, membuktikan bahwa peluang bisa datang dari hal yang paling sederhana, selama dijalani dengan konsisten.(*/c1/sub)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#Content Creator Blitar #Influencer OOTD #Peluang Bisnis Digital #kisah inspiratif #Affiliate marketing