BLITAR KAWENTAR - Teka-teki soal kapan dimulainya seleksi terbuka (lelang jabatan) untuk mengisi posisi sekretaris daerah (sekda) definitif Kota Blitar masih belum ada titik terang.
Hingga saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar belum melakukan langkah persiapan teknis untuk tahapan tersebut.
Meski posisi jabatan tertinggi ASN di lingkungan Pemkot Blitar tersebut sangat krusial, Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Blitar, Ika Hadi Wijaya menegaskan, hingga kini belum ada instruksi khusus dari kepala daerah sehingga belum lakukan persiapan menuju tahapan lelang.
“Belum ada tahapan persiapan,” ujar Ika singkat, saat dikonfirmasi Koran ini beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Nissan Grafit 2026, MPV 7 Seater Rp140 Jutaan Siap Guncang Pasar LCGC, Sigra dan Calya Terancam?
Sesuai regulasi, jelas dia, jabatan Penjabat (Pj) sekda memiliki batasan waktu. Saat ini, kursi tersebut diduduki oleh Tri Iman Prasetyono yang dilantik sebagai Pj sekda sejak Senin (13/4) lalu.
Masa jabatan Pj maksimal hanya tiga bulan jika terjadi kekosongan jabatan definitif.
Baca Juga: Perlintasan Sebidang KA Tanpa Palang Pintu Masih Mengancam Keselamatan di Wilayah Sanankulon Blitar
"Artinya, pemkot memiliki waktu sekitar 90 hari untuk segera memproses seleksi terbuka," ujarnya.
Menanggapi belum adanya persiapan tersebut, Ketua Fraksi PPP DPRD Kota Blitar, Nuhan Eko Wahyudi, angkat bicara.
Dia berharap pemerintah daerah tidak sekadar mengejar waktu, tetapi lebih mengutamakan persiapan yang matang agar mendapatkan sosok yang tepat.
“Terkait jabatan yang lowong, utamanya kursi sekda yang nantinya akan dibuka seleksi terbuka, kami harapkan pemerintah bisa mempersiapkan dengan matang, sesuai prosedur, serta transparan,” kata Nuhan.
Baca Juga: Cegah Kecurangan Timbangan, Disperindag Blitar Mulai Gencarkan Sidang di Pasar Tradisional.
Dia menekankan pentingnya prinsip the right man on the right place dalam pengisian jabatan strategis tersebut.
Dia juga mewanti-wanti agar penempatan sekda definitif tidak didasari oleh faktor subjektivitas atau sekadar suka dan tidak suka, melainkan harus mengedepankan profesionalitas.
“Harapannya tidak usah buru-buru, gunakan proses yang bagus sehingga menghasilkan sosok yang tepat. Jangan sampai menempatkan orang yang tidak sesuai kapasitasnya karena akan membuat OPD tidak produktif,” tegasnya.
Di sisi lain, Pj Sekda Kota Blitar Tri Iman Prasetyono menyadari tugas berat yang dipikulnya dalam masa jabatan singkat ini.
Usai pelantikan beberapa waktu lalu, dia menyebut ada dua fokus utama yang akan dikerjakan di bawah instruksi wali Kota.
“Karena Pj ini waktunya tiga bulan, jadi kami persiapkan persiapan lelang jabatan untuk sekda melalui seleksi terbuka. Ini yang harus kami persiapkan segera,” ujar Tri Iman.
Selain menyiapkan transisi jabatan definitif, Tri Iman juga ditugaskan untuk melakukan percepatan pada proyek-proyek strategis daerah.
“Lalu, memang percepatan untuk proses pelaksanaan kegiatan proyek strategis dari wali Kota. Saya akan meminta petunjuk langsung dari beliau atas perintahnya selama saya menjabat sebagai Pj sekda,” pungkasnya. (mg1/c1/ady)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda