BLITAR KAWENTAR - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Blitar pada 2025 lalu tercatat mencapai 82,03 atau naik 0,59 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 81,44.
Kenaikan ini salah satunya dipengaruhi oleh meningkatnya pengeluaran masyarakat.
Baca Juga: Picu Banjir Langganan hampir Tiap Tahun, Pemkot Blitar Renovasi Drainase di Jalan
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar menunjukkan, pengeluaran riil per kapita masyarakat mencapai Rp15,58 juta per tahun.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi di wilayah eks Karesidenan Kediri.
Baca Juga: Dinilai Bebani Keluarga Pasien, Dewan Usul Parkir RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Gratis
Kepala BPS Kota Blitar, Hanung Pramusito mengatakan, peningkatan terjadi pada seluruh indikator penyusun IPM, namun kontribusi terbesar berasal dari dimensi standar hidup layak.
“Daya beli atau purchasing power parity sebagai salah satu indikator IPM mengalami kenaikan. Pengeluaran riil per kapita meningkat sekitar Rp 653 ribu,” ujarnya, Senin (27/4).
Baca Juga: Jejak Limbah Pabrik di Sungai Sidoarjo: Ancaman Ekosistem dan Kesehatan Publik
Dia menjelaskan, kenaikan pada aspek daya beli tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada dimensi kesehatan dan pendidikan.
Secara regional, IPM Kota Blitar berada di posisi kedua setelah Kota Kediri yang mencapai 82,71.
Meski demikian, untuk indikator pengeluaran per kapita, Kota Blitar tercatat paling tinggi dibanding daerah sekitar
Selain faktor ekonomi, peningkatan IPM juga dipengaruhi indikator kesehatan dan pendidikan, termasuk umur harapan hidup dan rata-rata lama sekolah.
“Umur Harapan Hidup mencapai 75,47 tahun, sementara Rata-rata Lama Sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas berada di angka 10,83 tahun,” pungkas Hanung. (bud/c1/ady)
Editor : Oksania Difa Ilmada