BLITAR KAWENTAR - Meski jadwal keberangkatan ke Tanah Suci menyisakan waktu kurang dari tiga minggu, ternyata beberapa logistik bagi calon jemaah haji (CJH) Kota Blitar belum sepenuhnya lengkap.
Hingga kemarin (28/4), tercatat masih ada 35 jemaah yang belum menerima koper besar karena keterlambatan distribusi dari Kanwil Kemenag Jawa Timur.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Blitar, Purnomo, menjelaskan bahwa distribusi koper dilakukan secara bertahap.
Sabtu (25/4) lalu, gelombang pertama koper sudah tiba dan langsung dibagikan kepada jemaah melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) maupun diambil mandiri di kantor.
"Dari total 162 jemaah, memang masih ada kekurangan 35 koper. Kami masih menunggu kiriman susulan dari Kanwil Provinsi Jatim," ujar Purnomo kepada Koran ini.
Kekurangan ini cukup krusial mengingat jemaah membutuhkan waktu untuk melakukan penataan barang bawaan atau packing.
Baca Juga: Rumah Lansia di Blitar Nyaris Ludes Terbakar Diduga karena Korsleting Listrik
Apalagi, aturan berat bagasi tahun ini tergolong ketat.
Koper besar dipatok maksimal 32 kilogram (kg), sementara koper kecil (tas kabin) hanya boleh diisi maksimal 7 kg.
Meski ada yang belum kebagian, Purnomo meminta jemaah yang masuk dalam daftar tunggu koper untuk tetap tenang.
Dia memastikan seluruh koper akan tiba dan didistribusikan sebelum hari keberangkatan pada 18 Mei mendatang.
"Kami terus koordinasi dengan provinsi. Begitu barang datang, langsung kami sampaikan jemaah untuk diambil. Kami ikuti jadwal dari sana, yang pasti sebelum berangkat semua sudah beres," tegasnya.
Tahun ini, jemaah Kota Blitar yang berjumlah 162 orang masuk dalam Kloter 106.
Karena masuk gelombang 2, jemaah tidak lagi mendarat di Madinah, tetapi langsung menuju Jeddah.
“Sambil menunggu koper, kami juga tetap meminta jemaah tetap menjaga kondisi kesehatan,” tandasnya. (mg1/c1/ady)
Editor : Oksania Difa Ilmada