BLITAR KAWENTAR - Fenomena tekanan mental di kalangan anak muda kini menjadi perhatian serius.
Tidak sedikit persoalan yang dipendam sendiri hingga berujung pada keputusan yang berisiko.
Karena itu, penting bagi generasi muda untuk lebih terbuka dalam menghadapi masalah.
Hal tersebut disampaikan Kanit PPA Satreskrim Polres Blitar Kota, Aiptu Diar Swatika Santi.
Dia menilai salah satu kunci pencegahan adalah keberanian untuk berbagi cerita dengan orang lain.
”Yang perlu dipahami bahwa tidak semua masalah bisa diselesaikan sendiri. Sampaikan atau diskusikan dengan orang yang dipercaya, niscaya ada jalan keluar demi kebaikan,” ujarnya.
Menurutnya, banyak kasus terjadi karena seseorang merasa sendirian dan tidak memiliki tempat untuk bercerita.
Padahal, dukungan dari orang terdekat seperti keluarga atau sahabat dapat membantu meringankan beban pikiran.
”Dengan bercerita, maka beban bisa berkurang. Hati dan pikiran bisa lebih plong,” tutur polwan ramah ini.
Dia juga mengingatkan bahwa penting bagi lingkungan sekitar untuk lebih peka.
Baca Juga: Nissan Gravit 2026 Resmi Meluncur! MPV 7 Seater Murah Rp100 Jutaan, Fitur Lengkap dan Irit BBM
Perubahan perilaku, emosi yang tidak stabil, hingga menarik diri dari pergaulan bisa menjadi tanda seseorang sedang tidak baik-baik saja.
”Kalau ada tanda-tanda seperti itu, jangan diabaikan. Harus ada yang mendampingi dan mengajak bicara,” tambahnya.
Baca Juga: Nissan Grafite 2026 Indonesia Siap Guncang Pasar MPV Murah, Benarkah Jadi Ancaman Serius Avanza?
Bagi Diar, menjaga kesehatan mental bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan juga lingkungan.
Dia mengajak masyarakat untuk peka terhadap perubahan perilaku tetangga, kerabat dekat, maupun anggota keluarga. Terpenting mendorong untuk bercerita jika ada masalah.(bud/c1/sub)Baca Juga: Nissan Gravitas 7 2026 Resmi Jadi Sorotan, MPV 7-Seater Nyaman, Irit, dan Cocok untuk Keluarga Modern!
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly