Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Marak Aksi Bundir Anak Muda, Influencer Mental Health Blitar Ini Beberkan Tanda-tanda Depresi Ini

Fajar Rahmad Ali Wardana • Kamis, 30 April 2026 | 13:30 WIB
Di tengah maraknya penggunaan media sosial, narasi terkait fenomena bunuh diri di kalangan anak muda dinilai kian berbahaya.
Di tengah maraknya penggunaan media sosial, narasi terkait fenomena bunuh diri di kalangan anak muda dinilai kian berbahaya.
KAWENTARAN - Di tengah maraknya penggunaan media sosial, narasi terkait fenomena bunuh diri di kalangan anak muda dinilai kian berbahaya.

Influencer mental health, Ilma Ayniya, menegaskan bahwa bunuh diri sama sekali tidak bisa dijadikan tren atau solusi dari permasalahan hidup.

Baca Juga: Harga Nissan Grafite 2026 Terungkap, MPV Murah 7 Penumpang Ini Bisa Dibeli Mulai Rp100 Jutaan, Benarkah Masuk Indonesia?

kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama.

Terutama bagi orang-orang terdekat yang memiliki peran penting dalam mendeteksi dan mencegah seseorang yang berada di ambang depresi.

Baca Juga: Harga Nissan Grafite 2026 Terungkap, MPV Murah Ini Bisa Lebih Murah dari Avanza, Ini Estimasi Masuk Indonesia

“Sebetulnya sangat tidak kompatibel kalau bunuh diri dijadikan tren. Tapi adanya media sosial kadang membentuk narasi bahwa itu cara pasti untuk mengakhiri masalah,” ujarnya.

Dia menjelaskan, langkah paling sederhana namun krusial adalah hadir dan mau mendengarkan.

Baca Juga: Harga Nissan Grafite 2026 Bikin Heboh, MPV 7 Penumpang Ini Dibanderol Mulai Rp100 Jutaan, Benarkah Masuk Indonesia?

Ketika seseorang ingin bercerita, hal itu menjadi sinyal bahwa mereka membutuhkan ruang aman.

Tak hanya itu, Ilma juga menekankan pentingnya validasi emosi.

Baca Juga: Harga Nissan Grafite 2026 Bikin Kaget, MPV 7 Penumpang Ini Dibanderol Setara Motor Premium, Benarkah Segini di Indonesia?

Menurutnya, seseorang yang sedang terpuruk tidak hanya butuh telinga, tetapi juga dukungan agar merasa tidak sendirian.

“Setelah mendengar, kita perlu memvalidasi perasaannya. Mereka butuh merasa dipahami dan didukung,” tambahnya.

Baca Juga: Fenomena Aksi Bundir di Kalangan Anak Muda, Unit PPA Polres Blitar Kota Ungkap Faktornya

Dalam kondisi krisis, Ilma mengingatkan agar orang tersebut tidak dibiarkan sendiri. Lingkungan sekitar harus memastikan mereka tetap dalam pengawasan dan jauh dari benda berbahaya.

Selain itu, mengarahkan ke bantuan profesional, seperti psikolog atau tenaga kesehatan mental.

Baca Juga: Nissan Grafite 2026 Indonesia Bikin Heboh, MPV Murah Rasa SUV Ini Siap Ubah Pasar Otomotif Tanah Air

Ilma mengaku, dirinya kerap menemui teman-teman yang mengungkapkan keinginan bunuh diri, meskipun tidak selalu disertai niat kuat.

Ada sejumlah tanda depresi yang perlu diwaspadai sebagai indikasi seseorang berpotensi melakukan tindakan bunuh diri. Tanda itu bisa muncul secara verbal, emosional, perilaku, hingga situasional.(jar/c1/sub)

 

Editor : Saifullah Muhammad Jafar
#Ilma Ayniya #permasalahan hidup. #anak muda #mental health #bunuh diri