Influencer mental health, Ilma Ayniya, menegaskan bahwa bunuh diri sama sekali tidak bisa dijadikan tren atau solusi dari permasalahan hidup.
kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama.
Terutama bagi orang-orang terdekat yang memiliki peran penting dalam mendeteksi dan mencegah seseorang yang berada di ambang depresi.
“Sebetulnya sangat tidak kompatibel kalau bunuh diri dijadikan tren. Tapi adanya media sosial kadang membentuk narasi bahwa itu cara pasti untuk mengakhiri masalah,” ujarnya.
Dia menjelaskan, langkah paling sederhana namun krusial adalah hadir dan mau mendengarkan.
Ketika seseorang ingin bercerita, hal itu menjadi sinyal bahwa mereka membutuhkan ruang aman.
Tak hanya itu, Ilma juga menekankan pentingnya validasi emosi.
Menurutnya, seseorang yang sedang terpuruk tidak hanya butuh telinga, tetapi juga dukungan agar merasa tidak sendirian.
“Setelah mendengar, kita perlu memvalidasi perasaannya. Mereka butuh merasa dipahami dan didukung,” tambahnya.
Baca Juga: Fenomena Aksi Bundir di Kalangan Anak Muda, Unit PPA Polres Blitar Kota Ungkap Faktornya
Dalam kondisi krisis, Ilma mengingatkan agar orang tersebut tidak dibiarkan sendiri. Lingkungan sekitar harus memastikan mereka tetap dalam pengawasan dan jauh dari benda berbahaya.
Selain itu, mengarahkan ke bantuan profesional, seperti psikolog atau tenaga kesehatan mental.
Baca Juga: Nissan Grafite 2026 Indonesia Bikin Heboh, MPV Murah Rasa SUV Ini Siap Ubah Pasar Otomotif Tanah Air
Ilma mengaku, dirinya kerap menemui teman-teman yang mengungkapkan keinginan bunuh diri, meskipun tidak selalu disertai niat kuat.
Ada sejumlah tanda depresi yang perlu diwaspadai sebagai indikasi seseorang berpotensi melakukan tindakan bunuh diri. Tanda itu bisa muncul secara verbal, emosional, perilaku, hingga situasional.(jar/c1/sub)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar