Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Musim Kemarau Panjang, DKPP Kabupaten Blitar Imbau Petani Tanam Padi Tahan Kering

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 4 Mei 2026 | 12:00 WIB
FAJAR RAHMAD AW/RADAR BLITAR - POTENSI: Petani menaburkan pupuk di tanaman padi beberapa waktu lalu.
FAJAR RAHMAD AW/RADAR BLITAR - POTENSI: Petani menaburkan pupuk di tanaman padi beberapa waktu lalu.

 

BLITAR KAWENTAR – Tahun 2026, luas tambah tanam (LTT) padi ditargetkan meningkat signifikan hingga 42 ribu hektare.

Hingga Maret, capaian LTT masih menyentuh 13.300 hektare.

Baca Juga: SPMB 2026 Mulai Sosialisasi, Dispendik Setujui 5 SMPN di Kabupaten Blitar Tambah Rombel

Optimalisasi pola tanam menjadi alternatif untuk mempercepat target LTT.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, Siswoyo Adi Prasetyo mengatakan, pada 2025 lalu realisasi luas tanam padi mencapai 32 ribu hektare.

Baca Juga: ⁠Cabor Bola Tangan Kabupaten Blitar Bidik Final Indoor di Kejurprov Surabaya, Ini Hasilnya

Sementara tahun ini, target dari Kementerian Pertanian naik menjadi 42 ribu hektare dalam satu tahun.

“Untuk tahun 2026, kita ditarget 42 ribu hektare. Sementara sampai Maret ini realisasinya sekitar 13.300 hektare. Kami tetap optimistis karena ini target dari kementerian. Kami akan berupaya maksimal untuk merealisasikannya,” katanya.

Baca Juga: Daihatsu Sigra 1.2 R AT MC 2025 Resmi Jadi Sorotan, MPV Murah 7 Penumpang Kini Makin Mewah dengan Lampu LED dan Fitur Modern

Dengan capaian tersebut, masih terdapat selisih cukup besar yang harus dikejar hingga akhir tahun.

Meski begitu, dia tetap optimistis target tersebut bisa terpenuhi.

Baca Juga: ⁠Cabor Bola Tangan Kabupaten Blitar Bidik Final Indoor di Kejurprov Surabaya, Ini Hasilnya

Salah satu strategi yang dilakukan adalah meningkatkan indeks pertanaman (IP).

Metode ini mengaplikasikan petani yang sebelumnya hanya menanam satu kali dalam setahun didorong menjadi dua kali, bahkan yang sudah dua kali ditingkatkan menjadi tiga kali tanam.

Baca Juga: Perjuangan Sosok Perempuan Muda dari Relawan kini Penggerak LKSA Kabupaten Blitar, Ini Kiprahnya

Menurut Siswoyo, optimalisasi pola tanam ini menjadi kunci karena untuk mendorong petani meningkatkan frekuensi tanam dalam setahun.

Di sisi lain, DKPP juga mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa kemarau panjang pada 2026.

Baca Juga: Perjuangan Sosok Perempuan Muda dari Relawan kini Penggerak LKSA Kabupaten Blitar, Ini Kiprahnya

Untuk mengantisipasi hal tersebut, sejumlah langkah telah disiapkan.

Salah satunya melalui program irigasi perpompaan (Irpom) dari Kementerian Pertanian.

Baca Juga: Daihatsu Sigra 1.2 R AT MC 2025 Resmi Jadi Sorotan, MPV Murah 7 Penumpang Kini Makin Mewah dengan Lampu LED dan Fitur Modern

Program ini memanfaatkan sumber air tanah atau sumur untuk memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian.

 “Kami sudah mengusulkan sekitar 30 titik Irpom untuk kelompok tani di Kabupaten Blitar,” ungkapnya.

Baca Juga: Daihatsu Sigra 1.2 R AT MC 2025 Resmi Jadi Sorotan, MPV Murah 7 Penumpang Kini Makin Mewah dengan Lampu LED dan Fitur Modern

Selain itu, petani juga diimbau menanam varietas padi yang tahan terhadap kekeringan.

Khusus wilayah Blitar selatan dianjurkan menggunakan jenis padi gogo yang tidak membutuhkan banyak air.

Baca Juga: Daihatsu Sigra 1.2 R AT MC 2025 Resmi Jadi Sorotan, MPV Murah 7 Penumpang Kini Makin Mewah dengan Lampu LED dan Fitur Modern

DKPP berharap berbagai upaya tersebut mampu menjaga produktivitas pertanian sekaligus memenuhi target swasembada pangan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Baca Juga: Jadi Mesin Cuan Baru, BRILink Agen Buka Peluang Tambah Penghasilan lewat Pangkalan Gas

“Dengan varietas padi yang tahan kering dan dukungan irigasi, diharapkan produksi tetap bisa optimal meski ada potensi kemarau panjang,” pungkasnya.(jar/c1/sub)

Editor : Oksania Difa Ilmada
#luas tambah tanam (LTT) #Kabid DKPP #petani padi #petani #DKPP Kabupaten Blitar