KAWENTARAN – Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan keberangkatan jamaah yang dijadwalkan mulai 18 Mei mendatang, dengan memastikan kondisi fisik jamaah tetap prima selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Baca Juga: Hingga Triwulan 2026, Nilai Kerugian Kasus Kebakaran di Blitar Capai Rp3,3 Miliar, Ini yang Terparah
Dalam struktur pendampingan, tim kesehatan menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari petugas haji daerah (PHD).
Total terdapat enam orang PHD yang telah disiapkan dengan pembagian tugas yang seimbang, yakni 3 orang bertugas pada pelayanan umum dan 3 lainnya fokus pada pelayanan kesehatan.
Baca Juga: SPMB 2026 Mulai Sosialisasi, Dispendik Setujui 5 SMPN di Kabupaten Blitar Tambah Rombel
"Kehadiran tenaga medis ini diharapkan mampu memberikan pemantauan kondisi jemaah secara langsung, terutama mengingat aktivitas ibadah haji yang padat dan menguras energi," jelas Plt Kepala Kemenhaj Kabupaten Blitar, Purnomo.
Petugas kesehatan nantinya akan mendampingi jamaah secara intensif selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah. Mereka akan melekat pada kloter 107 dan 108 yang merupakan kloter penuh asal Kabupaten Blitar.
Baca Juga: Perjuangan Sosok Perempuan Muda dari Relawan kini Penggerak LKSA Kabupaten Blitar, Ini Kiprahnya
Selain itu, tim medis juga akan membantu pemantauan jamaah pada kloter 106 dan 109, sehingga cakupan pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh CJH asal daerah tersebut.
”Alhamdulillah, dari proses manasik hingga tahap administrasi sekarang, belum ada laporan jamaah yang batal berangkat. Kami terus mengimbau agar jemaah tetap menjaga kebugaran,” ujarnya.
Pemantauan kesehatan ini dinilai krusial mengingat perbedaan kondisi cuaca, tingkat aktivitas fisik yang tinggi, serta potensi kelelahan selama menjalankan ibadah haji.
"Oleh karena itu, jemaah diimbau untuk menjaga pola makan, istirahat yang cukup, serta rutin mengonsumsi obat atau vitamin sesuai anjuran petugas medis," sambungnya.
Dengan dukungan tim kesehatan yang memadai, Kemenhaj berharap seluruh CJH dapat menjalankan ibadah dengan lancar tanpa kendala berarti.
"Selain itu, jemaah diharapkan dapat kembali ke tanah air dalam kondisi sehat sehingga tujuan ibadah dapat tercapai secara optimal," tutupnya.(kho/c1/sub)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar