BLITAR KAWENTAR - Kerusakan infrastruktur di Jalan CR Sukandar, Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, kian memprihatinkan.
Sejak kali pertama longsor pada Januari lalu, titik kerusakan di sisi utara dan bawah jembatan bagian timur kian melebar.
Akibatnya, akses jalan alternatif yang menghubungkan Jalan Imam Bonjol dengan Jalan Dr Soetomo ini ditutup total.
Pantauan di lokasi, kondisi jembatan kian mengkhawatirkan dengan struktur bawah sisi utara yang mulai rapuh akibat tanah terus tergerus.
Permukaan aspal jalan di area tersebut juga terpantau mulai bergelombang dan membahayakan keselamatan.
Penanganan yang dilakukan baru sebatas pemasangan terpal oleh BPBD Kota Blitar untuk meminimalkan pengikisan tanah.
Togar Vegantara, seorang warga yang rumahnya berdiri persis di samping titik longsor mengungkapkan, kondisi jalan dan jembatan saat ini sudah sangat membahayakan.
"Bangunan jalan jembatan yang sisi utara bawahnya sudah mulai tidak kuat. Kalau tidak segera diperbaiki bahaya, apalagi posisi aspal jalan juga sudah agak bergelombang," ujar pria 38 tahun ini.
Kekhawatiran Togar bukan tanpa alasan, sebab gerusan tanah kini sudah merembet ke halaman rumahnya.
Kondisi tersebut memaksa keluarganya yang terdiri dari dua kepala keluarga (KK) untuk mengungsi saat malam hari demi menghindari risiko longsor susulan yang lebih besar.
Baca Juga: Musim Kemarau Panjang, DKPP Kabupaten Blitar Imbau Petani Tanam Padi Tahan Kering
"Kami sekeluarga akhirnya memutuskan untuk ngekos di gang sebelah utara, masih satu RT. Kalau malam tidurnya di kos, kalau siang baru aktivitas kembali di sini. Biaya kos tanggung sendiri, tiap bulan Rp 500 ribu," tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Blitar, Erna Santi, menyatakan tengah mematangkan perencanaan perbaikan.
Menurutnya, perencanaan sudah cukup siap dan kini menentukan langkah penanganan tercepat.
"Yang paling terjangkau, kami upayakan dulu. Karena jembatan itu longsornya bertahap sejak hujan deras awal tahun, sehingga saat itu memang anggaran belum tersedia. Kami juga berupaya mengusulkan bantuan lewat pemerintah pusat," jelasnya.
Baca Juga: Hingga Triwulan 2026, Nilai Kerugian Kasus Kebakaran di Blitar Capai Rp3,3 Miliar, Ini yang Terparah
Dia menambahkan, secara teknis kerusakan terjadi pada bagian abutment (kepala jembatan) di dua sisi, yakni timur dan barat bagian utara.
Mengingat, jembatan tersebut merupakan bangunan lama, perlu pembangunan fisik menyeluruh.
Baca Juga: Perjuangan Sosok Perempuan Muda dari Relawan kini Penggerak LKSA Kabupaten Blitar, Ini Kiprahnya
"Kami usulkan anggaran sekitar Rp 600 juta lebih. Secara teknis akan dilihat mana saja yang perlu ditangani. Jika anggaran sudah tersedia dan ditetapkan, target realisasi fisiknya pada Juni mendatang," pungkasnya.
Putusnya akses ini pun kian mendesak untuk segera ditangani.
Baca Juga: Cabor Bola Tangan Kabupaten Blitar Bidik Final Indoor di Kejurprov Surabaya, Ini Hasilnya
Mengingat di kawasan tersebut terdapat fasilitas sekolah swasta dengan jumlah murid cukup banyak, kini warga dan pelajar terpaksa memutar jauh melewati Jalan A. Yani atau Jalan Sudanco Supriyadi untuk mobilitas sehari-hari.(mg1/c1/sub)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda