Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Anak Putus Sekolah di Kota Blitar Masih Menjadi PR yang Harus Dituntaskan, Dispendik Beri Solusi Ini

M. Luki Azhari • Senin, 4 Mei 2026 | 14:29 WIB
LAYANAN DASAR: Sejumlah siswa saat mengikuti kegiatan belajar beberap waktu lalu. Pemkot targetkan seluruh anak usia sekolah mendapatkan layanan pendidikan dasar tanpa terkendala biaya. (Gemini AI)
LAYANAN DASAR: Sejumlah siswa saat mengikuti kegiatan belajar beberap waktu lalu. Pemkot targetkan seluruh anak usia sekolah mendapatkan layanan pendidikan dasar tanpa terkendala biaya. (Gemini AI)

BLITAR KAWENTAR - Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ini menjadi ajang evaluasi penanganan anak tidak sekolah (ATS) di Kota Blitar.

Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi (verval) terbaru, jumlah riil warga yang benar-benar belum mengenyam pendidikan kini tercatat tinggal 27 orang dari data awal yang mencapai seribu lebih.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar, Dindin Alinurdin, menjelaskan bahwa sejak akhir 2024 menerima data awal ada 1.005 ATS dari kementerian.

Baca Juga: Ancaman Longsor Susulan di Depan Mata Sejak Januari, Warga Dekat Jembatan Jalan CR Sukandar Kota Blitar Terpaksa Ngekos Tiap Malam Demi Selamatkan Keluarga

Sepanjang 2025 lalu, dinas bekerja sama dengan pihak kecamatan, kelurahan, hingga surveyor dari lembaga masyarakat untuk melakukan penelusuran di lapangan.

"Hasilnya, dari 1.005 data awal, sebanyak 900-an sudah terjawab dan sudah tidak masuk kategori ATS. Saat ini tinggal menyisakan 104 data yang masih dalam proses verval," jelasnya kepada Koran ini.

Dindin merinci, mayoritas dari 900-an anak yang terdata tersebut merupakan warga yang sudah lulus sekolah namun datanya belum diperbarui, sudah pindah domisili, atau meninggal dunia.

Baca Juga: Honda Brio Satya E CVT Special Edition 2026 Meluncur: Pakai Kamera 360 dan Layar 12 Inci, Spek Mewah Harga LCGC!

Untuk warga yang pindah keluar kota namun secara administrasi masih tercatat sebagai penduduk kota, dia berkoordinasi dengan dispendukcapil untuk pemutakhiran data penduduk atau kartu keluarga (KK).

Dari proses penyisiran tersebut, ditemukan angka riil sebanyak 27 orang yang benar-benar tidak bersekolah.

Penyebabnya beragam, mulai dari faktor ekonomi hingga keterbatasan diri atau disabilitas.

Baca Juga: Generasi Baru Honda Brio 2026 Resmi Meluncur! Tampilan Futuristik ala Mobil Premium, Harga Tetap Ramah di Kantong

"Dari 27 orang tersebut, hampir separo sudah kami dorong masuk ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk pendidikan kesetaraan. Sisanya masih terkendala karena kondisi disabilitas," tambahnya.

Kategori ATS sendiri mencakup warga usia sekolah 7-18 tahun maupun dewasa yang belum memiliki ijazah dasar.

Ada tiga klasifikasi utama yang ditemukan di lapangan, yakni belum pernah bersekolah (BB), putus sekolah (drop out), serta lulus namun tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Baca Juga: Honda Brio RS Special Edition 2026 Gebrak IIMS! Pakai Kamera 360 dan Head Unit Layar Lebar, Harga Tembus Rp274 Juta

Sebagai langkah strategis, lanjut Dindin, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar berkomitmen memberikan akses pendidikan seluas-luasnya.

Dindin menegaskan bahwa biaya pendidikan telah ditekan seminimal mungkin, bahkan digratiskan bagi yang membutuhkan.

"Kami berikan bantuan biaya baik untuk sekolah negeri, swasta, maupun nonformal (kesetaraan). Tujuannya agar seluruh warga usia sekolah di Kota Blitar wajib mengenyam pendidikan tanpa terkecuali," pungkasnya. (mg1/c1/ady)

Editor : Muhammad Adib Falih Rifly
#hardiknas 2026 #Anak Tidak Sekolah (ATS) #Verval Data Pendidikan #pendidikan kota blitar #Dinas Pendidikan Kota Blitar