Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kisah Perempuan Blitar Dulu Atlet Profesional Jujitsu kini Terjun ke Dunia Pelatih, Begini Kunci Jadi Atlet Berprestasi

M. Subchan Abdullah • Selasa, 5 Mei 2026 | 14:00 WIB
Atika Islafiyatur Rohmah sudah akrab dengan dunia bela diri sejak remaja.
Atika Islafiyatur Rohmah sudah akrab dengan dunia bela diri sejak remaja.

BLITAR KAWENTAR - Atika Islafiyatur Rohmah sudah akrab dengan dunia bela diri sejak remaja.

Pilihannya jatuh pada jujitsu. Naluri olahraga yang identik dengan adu kekuatan fisik itu muncul secara alamiah. 

Di sebuah sudut tempat latihan yang sederhana, suara benturan matras dan instruksi tegas terdengar berulang.

Baca Juga: Kia Carens 2026 Resmi Dijual Mulai Rp319 Juta, MPV Premium 7-Seater dengan Fitur Canggih Ini Bikin Rival Ketar-Ketir

Bagi Atika Islafiyatur Rohmah, pelatih jujitsu perempuan, tempat itu bukan sekadar ruang latihan, melainkan ruang pembentukan karakter.

Perjalanan Atika di dunia bela diri dimulai sejak bangku madrasah tsanawiyah (MTs).

Ketertarikannya pada olahraga ini muncul secara alami, bahkan sebelum sempat diwujudkan dari pesan almarhum ayahnya yang berharap dia belajar bela diri saat dewasa.

Baca Juga: Isuzu Panther Kotak Masih Diburu, Ini 7 Kelemahan yang Wajib Diketahui Sebelum Membeli Mobil Diesel Legendaris

Tanpa disadari, jalan itu justru lebih dulu ia tempuh.

Ada alasan lain yang lebih personal—keinginan untuk melindungi ibunya yang harus menjalani hidup sebagai orang tua tunggal.

”Dulu saya memang sudah tertarik. Apalagi, kondisi keluarga membuat saya berpikir harus bisa menjaga diri dan orang terdekat,” ujar warga Desa Temenggungan, Kecamatan Udanawu, ini.

Baca Juga: Isuzu Panther Grand Touring 2019 Disorot Lagi, Mobil Diesel Legendaris yang Tetap Diburu Meski Sudah Disuntik Mati

Jujitsu kemudian menjadi pilihannya saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Sejak saat itu, dia terus menekuni olahraga tersebut, meski jalan hidupnya tidak sepenuhnya selaras dengan latar belakang pendidikan formalnya. 

Baginya, jujitsu adalah cinta yang tumbuh dari dalam diri, namun bukan satu-satunya hal yang harus ia pelajari dalam hidup.

Baca Juga: Isuzu Panther Pickup 2018 Dijual Rp135 Juta, Kondisi Siap Kerja tapi Ada Catatan

“Olahraga ini memang hobi yang saya cintai, tapi saya juga ingin berkembang di bidang lain agar tidak terpaku di satu titik,” katanya.

Setelah merasakan dunia kompetisi sebagai atlet, Atika mengambil keputusan untuk beralih menjadi pelatih.

Meski belum mencapai hasil maksimal di ajang besar seperti PON 2024 Aceh-Sumut, dia melihat peran barunya sebagai bentuk pengabdian.

Baca Juga: KPK Datangi Kantor Bupati Blitar, Petugas Lakukan Penjagaan Ketat

Ilmu yang ia dapatkan selama menjadi atlet, kini ia teruskan kepada generasi berikutnya di bawah naungan Institut Ju-Jitsu Indonesia (IJI).

Menurutnya, jujitsu bukan sekadar soal teknik bertarung.

Ada nilai yang lebih dalam yang ingin dia tanamkan kepada para muridnya.

Baca Juga: BRILink Agen Sukses Tembus 1,18 Juta per Maret 2026, Lebih dari 80 Persen Desa di Indonesia sudah Terjangkau

“Jujitsu bukan tentang mengalahkan orang lain, tapi tentang menguasai diri sendiri dalam situasi paling sulit,” ungkapnya.

Dalam melatih, Atika mengandalkan metode yang sederhana namun konsisten.

Dia percaya bahwa disiplin terbentuk dari kebiasaan, mental ditempa melalui tekanan, dan karakter lahir dari konsistensi.

Baca Juga: Pemilihan Ketua KONI Kota Blitar Dimulai, Ini Sejumlah Tahapannya

Selain itu, dia menekankan pentingnya memahami arti menang dan kalah sebagai bagian dari proses.

Tantangan terbesar, menurutnya, bukan terletak pada penguasaan teknik, melainkan pada pembentukan karakter.

Banyak atlet muda yang belum siap menghadapi proses panjang yang melelahkan dan penuh tekanan. 

Baca Juga: Perkembangan Kasus Pungli di Lapas Blitar, Kanwil Ditjenpas Jawa Timur Ungkap Perkembangannya

Karena itu, dia memilih membangun mental lebih dulu sebelum teknik.

“Kalau karakternya sudah kuat, teknik akan mengikuti. Fisik juga akan berkembang dengan sendirinya,” jelasnya.

Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah saat melatih seorang atlet yang awalnya dianggap lemah dan kurang percaya diri.

Baca Juga: Proyek Sekolah Rakyat di Kota Blitar Ditarget Rampung Agustus, Apa saja Peruntukkannya?

Atlet tersebut tidak pernah absen latihan meski terus mengalami kegagalan.

Atika tidak menuntut kemenangan, hanya meminta satu hal sederhana: percaya pada diri sendiri.

Perlahan, perubahan itu terlihat. Hingga akhirnya, atlet tersebut berhasil membalikkan keadaan dan meraih kemenangan di ajang pekan olahraga provinsi pada detik-detik terakhir.

Baca Juga: ⁠Soal Kasus Pungli di Lapas Blitar, Kriminolog dari Ubaya Beri Tanggapan

“Bukan karena tekniknya paling hebat, tapi karena dia tidak menyerah saat tertekan,” kenangnya.

Bagi Atika, momen seperti itu menjadi bukti bahwa jujitsu lebih dari sekadar olahraga.

Melainkan perjalanan panjang untuk mengenal diri, melawan ketakutan, dan bertahan dalam tekanan.

Baca Juga: Promo Daihatsu Sigra 2026 Makin Menggila! DP Mulai Rp8 Jutaan, Cicilan Rp1,7 Juta. Diskon Besar Jelang Lebaran

Di atas matras, para atlet belajar bahwa kemenangan sejati bukan hanya tentang mengalahkan lawan, melainkan tentang tidak menyerah pada diri sendiri. (*/c1/sub)

Editor : Muhammad Adib Falih Rifly
#Atika Islafiyatur Rohmah #Atlet Jujitsu Blitar #Inspirasi Wanita #Bela Diri Jujitsu #Kecamatan Udanawu