5.864 Hektare Sawah Terancam Kekeringan
BLITAR KAWENTAR – Ancaman kekeringan membayangi sektor pertanian di Bumi Penataran pada musim kemarau tahun ini.
Sebanyak 5.864 hektare lahan pertanian berpotensi terdampak kekeringan yang tersebar di 22 kecamatan.
Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar mulai mengambil sejumlah langkah strategis, salah satunya dengan mengajukan tambahan sarana pengairan ke pemerintah pusat.
Bupati Blitar, Rijanto mengatakan, usulan tersebut telah disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Pertanian (Kementan) RI.
Baca Juga: Isuzu Panther Pickup 2018 Dijual Rp135 Juta, Kondisi Siap Kerja tapi Ada Catatan
Menurutnya, pengajuan itu mendapat respons positif dan kini masuk tahap verifikasi.
”Usulan sudah kami sampaikan dan direspons positif. Saat ini sudah di-ACC dan masuk tahap verifikasi, baik itu pompa, embung, maupun perpipaan irigasi yang sangat bermanfaat untuk pertanian,” ujarnya.
Baca Juga: KPK Datangi Kantor Bupati Blitar, Petugas Lakukan Penjagaan Ketat
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, Setiyana, menjelaskan bahwa pada 2026 ini pemerintah daerah juga telah mengalokasikan anggaran pembangunan sarana pengairan.
“Ada 38 titik pembangunan pengairan yang saat ini dalam proses pengerjaan,” ungkapnya.
Namun, jumlah tersebut dinilai masih belum mencukupi untuk mengatasi potensi kekeringan yang cukup luas.
Karena itu, pemkab kembali mengusulkan tambahan sarana pengairan ke Kementerian Pertanian.
Baca Juga: Pemilihan Ketua KONI Kota Blitar Dimulai, Ini Sejumlah Tahapannya
Adapun usulan tersebut meliputi pembangunan irigasi perpompaan sebanyak 80 titik, perpipaan 22 titik, embung 4 titik, serta 10 dam parit atau long storage.
Selain itu, juga diajukan pemeliharaan jaringan irigasi tersier sepanjang 42.305 meter.
Baca Juga: Proyek Sekolah Rakyat di Kota Blitar Ditarget Rampung Agustus, Apa saja Peruntukkannya?
Pemkab Blitar berharap berbagai upaya tersebut mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan secara berkelanjutan meski di tengah ancaman kemarau panjang.
”Dengan tambahan ini, distribusi air diharapkan lebih merata dan mampu menjaga produktivitas pertanian,” jelasnya.(jar/c1/sub)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda