BLITAR KAWENTAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mengecek stok pangan di gudang Bulog wilayah Blitar.
Hasilnya, ketersediaan beras dan jagung dipastikan aman hingga 12 bulan ke depan.
Pengecekan stok di gudang bulog tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan stok pangan menghadapi potensi musim kemarau panjang serta ancaman El Nino.
”Kami sudah cek langsung stoknya di gudang Bulog bersama Bulog dan jajaran terkait. Alhamdulillah, kami optimis kondisi pangan masih aman,” ujarnya, Senin (4/5).
Menurutnya, Kabupaten Blitar memiliki kebutuhan jagung yang cukup besar terutama untuk mendukung sektor peternakan ayam.
Dalam sehari, kebutuhan jagung di Blitar disebut mencapai 1.000 hingga 1.500 ton.
”Kebutuhan pakan ternak di Blitar ini luar biasa besar. Sebab, sektor peternakan ayam juga besar,” katanya.
Selain memantau stok beras dan jagung, Pemkab juga memastikan kesiapan cadangan pangan daerah.
Saat ini pemerintah daerah memiliki cadangan beras sekitar 45 ton yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk kebutuhan darurat masyarakat.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Tulungagung, Yonas Hariadi Kurniawan, memastikan stok pangan di Gudang Bence dan Gudang Pojok di Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar dalam kondisi aman.
Bulog sudah menghitung ketahanan stok untuk wilayah Blitar Raya aman hingga 12 bulan ke depan.
Dia menyebut, saat ini Bulog masih terus melakukan penyerapan gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram.
Baca Juga: Motor Listrik Volta 401 Resmi Dapat Subsidi, Harga Jadi Rp 8 Jutaan dengan Kecepatan 100 Km/Jam
Gabah tersebut kemudian diolah menjadi beras dan disimpan di gudang Bulog.
”Untuk Blitar sendiri, gabah kering panen yang sudah kami serap mencapai lebih dari 30 ribu ton,” terangnya.
Baca Juga: Motor Listrik Volta 401 Berpotensi Dapat Subsidi Rp 8 Juta, Harga Turun Jadi Rp 7,7 Jutaan
Dari jumlah tersebut, stok beras yang tersimpan saat ini sekitar 19 ribu ton.
Sementara stok jagung di Gudang Pojok mencapai 2 ribu ton dan Gudang Bence sekitar 3 ribu ton.
”Stok aman, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya.(bud/sub)
Editor : Oksania Difa Ilmada