BLITAR KAWENTAR – Lonjakan laporan evakuasi sarang tawon terjadi di Bumi Penataran selama tiga bulan pertama 2026.
Data dari Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar menyebut, jumlah laporan terus meningkat dengan puncak pada Maret yang mencapai 30 kasus.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Januari sebanyak 24 laporan dan Februari 21 laporan.
Kasi Pemadam Kebakaran, Teddy Prasojo, menjelaskan tren kenaikan ini berkaitan erat dengan kondisi cuaca.
Baca Juga: Kisah Orang Tua di Blitar yang Rela Menabung Banyak demi Bisa Belikan iPhone Anak, Ini Alasannya
Musim penghujan yang lembap menjadi fase ideal bagi tawon jenis Vespa affinis untuk berkembang biak, terutama di area atap rumah dan pepohonan yang rindang.
”Bulan Maret ini intensitasnya paling tinggi. Kami minta masyarakat lebih waspada karena tawon ini agresif dan sangat melindungi sarangnya. Jika terganggu, mereka bisa menyerang secara berkelompok,” ujarnya.
Menurutnya, ancaman dari tawon Vespa tidak bisa dianggap sepele.
Sengatan serangga ini mengandung racun yang dapat memicu reaksi serius, mulai dari nyeri hebat hingga kondisi darurat medis seperti syok anafilaksis.
Dalam kasus tertentu, serangan massal bahkan berpotensi menyebabkan komplikasi berat hingga kematian jika tidak segera ditangani.
Damkar mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba mengevakuasi sarang secara mandiri, terutama dengan cara dibakar.
Selain berisiko memicu serangan, metode tersebut juga dapat membahayakan lingkungan sekitar.
”Evakuasi kami lakukan pada malam hari saat aktivitas dan penglihatan tawon menurun, sehingga lebih aman. Jika menemukan sarang yang sudah besar, segera laporkan ke petugas,” tegasnya.
Peningkatan kasus ini menjadi pengingat bahwa perubahan lingkungan dan cuaca turut memengaruhi kemunculan satwa liar di sekitar permukiman.
Kewaspadaan warga dinilai penting untuk mencegah risiko yang lebih besar.(kho/sub)
Editor : Oksania Difa Ilmada