Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Polisi Larang Kelompok Perguruan Silat di Blitar Gunakan Atribut saat Latihan Bersama

Akhmad Nur Khoiri • Kamis, 7 Mei 2026 | 15:54 WIB
POLSEK WONODADI UNTUK RADAR BLITAR - KETAT: Polisi mengawal rombongan PSHT yang melaksanakan latber, Minggu (3/5).
POLSEK WONODADI UNTUK RADAR BLITAR - KETAT: Polisi mengawal rombongan PSHT yang melaksanakan latber, Minggu (3/5).

 

BLITAR KAWENTAR – Latihan bersama perguruan silat PSHT mendapat pengawalan ketat kepolisian.

Pengawalan dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. 

Baca Juga: Hadiri Raker MUI, Menteri ATR Nusron Wahid Tekankan Keseimbangan Sistem Penanggulangan Bencana di Indonesia

Seperti yang dilakukan oleh anggota Polsek Wonodadi yang mengawal rombongan latihan bersama (latber) perguruan silat PSHT 17 Ranting Wonodadi pada Minggu (3/5).

Latber tersebut dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan titik keberangkatan dari SDN 3 Desa Kolomayan, Kecamatan Wonodadi. 

Baca Juga: ⁠Hingga Maret 2026 Puluhan Sarang Tawon Vespa di Blitar Berhasil Dibasmi Petugas Damkar

‎Sebanyak kurang lebih 15 peserta mengikuti kegiatan ini dengan menggunakan sekitar 10 unit kendaraan roda dua.

Rombongan bergerak menuju lokasi latihan bersama yang digelar di MTs Langkapan Maron, Kecamatan Srengat.

Baca Juga: Datsun Go Plus Panca 2019 Masih Diburu, Mobil LCGC Murah dengan Mesin Nissan Ini Ternyata Nyaman dan Irit

‎Kapolsek Wonodadi, AKP Murdianto, menjelaskan pengawalan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian guna memastikan keamanan dan ketertiban selama perjalanan peserta.

Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu mendapat perhatian karena melibatkan mobilitas kelompok, sehingga berpotensi menimbulkan gangguan jika tidak dikelola dengan baik.

Baca Juga: Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Lantik 84 Pejabat Administrator, Tegaskan Aturan Rotasi Jabatan Maksimal 2 Tahun

‎Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya melakukan pengawalan, tetapi juga memberikan imbauan kepada para peserta.

Salah satu poin yang ditekankan adalah larangan mengibarkan bendera atau atribut perguruan selama perjalanan.

Baca Juga: Datsun Go Plus Panca 2015 bekas masih layak dibeli. Harga Rp75 jutaan, irit BBM, pajak murah, dan mesin Nissan jadi andalan.

‎Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi gesekan dengan kelompok lain di jalan.

"Selain itu, peserta juga diminta tetap mematuhi aturan lalu lintas, baik saat berangkat maupun saat kembali dari lokasi kegiatan," tegasnya.

Baca Juga: Datsun Go vs Toyota Calya Sigra Bekas, Mana Lebih Worth It? Ini Kelebihan, Kekurangan hingga Biaya Perawatannya

‎AKP Murdianto menegaskan pendekatan preventif menjadi kunci dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

"Dengan adanya pengawalan dan edukasi kepada peserta, diharapkan potensi gangguan dapat diminimalkan sejak awal," ujarnya.

Baca Juga: Bulog Pastikan Stok Beras-Jagung di Blitar Aman untuk Kebutuhan selama Kemarau Panjang

‎Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan tertib.

Tidak ditemukan adanya gangguan yang berarti, baik di jalur yang dilalui maupun di lokasi kegiatan.

Baca Juga: Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Lantik 84 Pejabat Administrator, Tegaskan Aturan Rotasi Jabatan Maksimal 2 Tahun

"Pihak kepolisian memastikan kegiatan berjalan lancar hingga rombongan tiba di tujuan," tutupnya.(kho/sub)

Editor : Oksania Difa Ilmada
#Latihan bersama perguruan silat #perguruan silat PSHT #pengawalan ketat kepolisian. #polsek wonodadi