BLITAR KKAWENTAR- Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar kembali mengusulkan tambahan bantuan becak listrik bagi para pengayuh becak konvensional.
Setelah tahap awal menyasar pengayuh lanjut usia (lansia), program berikutnya diproyeksikan untuk seluruh tukang becak di Kota Blitar.
Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba mengatakan, saat ini proses pendataan para penerima berikutnya masih terus dilakukan sehingga nanti bantuannya tepat sasaran.
“Upaya kami, semua tukang becak ini bisa mendapatkan becak listrik. Karena itu pendataan masih terus dibuka,” ujarnya kepada Koran ini kemarin (6/5).
Menurut Elim, bantuan becak listrik sebelumnya memang diprioritaskan bagi pengayuh becak yang berusia di atas 60 tahun.
Namun untuk tahap berikutnya, pemerintah berharap cakupannya bisa lebih luas lagi.
Baca Juga: Polisi Larang Kelompok Perguruan Silat di Blitar Gunakan Atribut saat Latihan Bersama
“Kalau tahap pertama beberapa waktu lalu memang untuk lansia. Ke depan, harapannya seluruh tukang becak bisa menerima,” katanya.
Dia menyebut, Pemkot Blitar kembali mengajukan tambahan bantuan sekitar 200 hingga 300 unit becak listrik.
Baca Juga: Kisah Orang Tua di Blitar yang Rela Menabung Banyak demi Bisa Belikan iPhone Anak, Ini Alasannya
Sebab, hingga kini jumlah becak konvensional di Kota Blitar masih cukup banyak.
“Saya sering lewat kawasan Makam Bung Karno (MBK), ternyata masih banyak becak konvensional. Karena itu, kami mengupayakan elektrifikasi becak,” terangnya.
Program tersebut, lanjut Elim, merupakan bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap para pengayuh becak.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui yayasan yang telah ditunjuk.
"Ini bentuk perhatian Presiden Prabowo kepada para pengayuh becak. Penyalurannya melalui yayasan,” pungkasnya. (bud/c1/ady)
Editor : Oksania Difa Ilmada