BLITAR KAWENTAR- Animo masyarakat Blitar Raya untuk menunaikan ibadah haji tetap tinggi meski masa tunggu (waiting list) yang cukup lama.
Saat ini, warga yang baru mendaftar haji harus bersabar menunggu hingga 27 tahun ke depan untuk bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci.
Meskipun harus menunggu puluhan tahun, tetapi sudah ada ribuan warga yang telah mendaftar dan masuk antrean berangkat haji.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Blitar, Purnomo, menjelaskan bahwa saat ini tercatat ada sekitar 5.600 jemaah yang sudah masuk dalam daftar antrean haji di Kota Blitar.
Sementara itu, masa tunggu sempat mengalami fluktuasi akibat penyesuaian kebijakan kuota yang diberikan oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
"Sebelumnya sempat di angka 34 tahun masa tunggunya, kemudian tahun lalu dipangkas menjadi 26 tahun.
Nah, untuk tahun 2026 ini, perkiraan masa tunggunya menjadi 27 tahun," jelasnya kepada Koran ini.
Meski harus menunggu hampir tiga dekade, ujar Purnomo, minat masyarakat tidak surut.
Dia menyebutkan justru ada peningkatan pendaftar harian pasca adanya kebijakan pemangkasan masa tunggu tersebut.
Walaupun di Kota Blitar kenaikannya tidak terlalu drastis, tetapi secara nasional angkanya mencapai lebih dari 10 persen.
"Sebenarnya kalau melihat kebijakan masa tunggu yang dipangkas, animo masyarakat tetap sangat bagus. Untuk setoran awal haji reguler sendiri masih berada di angka Rp 25 juta," ungkapnya.
Terkait biaya, Purnomo merinci bahwa biaya haji nasional pada 2026 ini rata-rata Rp 87,4 juta.
Khusus untuk Embarkasi Surabaya (Jawa Timur), biayanya berada di angka Rp 93 juta.
Dari total tersebut, biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang harus dibayar jemaah sebesar Rp 60 juta.
"Karena di awal sudah setor Rp 25 juta dan ada nilai manfaat sekitar Rp 2 juta, maka jemaah tinggal melakukan pelunasan sebesar Rp 32 juta," urainya.
Di sisi lain, Kemenhaj Kota Blitar saat ini tengah mematangkan persiapan keberangkatan jemaah haji tahun 2026.
Sebanyak 162 jemaah asal Kota Blitar dipastikan berangkat tahun ini.
Mereka tergabung dalam kloter 106 bersama dengan jemaah dari Kabupaten Blitar dan Trenggalek.
"Sesuai jadwal, para jemaah akan diberangkatkan pada 18 Mei 2026 mendatang. Kami terus melakukan koordinasi agar seluruh persiapan teknis berjalan lancar hingga hari keberangkatan tiba," pungkasnya. (mg1/c1/ady)
Editor : Oksania Difa Ilmada