BLITAR KAWENTAR - Malam puncak resepsi Hari Jadi Ke-120 Kota Blitar di Alun-Alun Kota Blitar beberapa waktu lalu berdampak pada aktivitas ekonomi pelaku usaha kecil.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar mencatat perputaran uang dari ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di area tersebut mencapai angka ratusan juta rupiah.
Baca Juga: Harus Rela Antre hingga 27 Tahun, Jumlah Pendaftar Haji di Blitar Terus Meningkat
Kepala Disperindag Kota Blitar, Parminto, menyebutkan bahwa melakukan pendataan terhadap para pedagang yang menempati titik sentral di area alun-alun.
Berdasarkan pengecekan retribusi dan pemantauan di lapangan, terdapat 176 PKL yang aktif berjualan saat acara berlangsung.
"Kami mendata dari PKL yang memang kami sentral di alun-alun. Berdasarkan hasil pengecekan retribusi dan tanya jawab dengan pedagang, omzet rata-rata mereka berjualan malam itu di kisaran Rp 850 ribu per pedagang," ujarnya kepada Koran ini kemarin (7/5).
Jika diakumulasikan, perputaran uang yang beredar di area dalam alun-alun pada malam tersebut menyentuh angka sekitar Rp 150 juta.
Baca Juga: Digitalisasi Desa Bukan Sekedar Tren, Melainkan Keharusan Tata Kelola
Namun, Parminto menegaskan bahwa nilai tersebut hanya mencakup pedagang yang terpantau di dalam area sentral.
Menurutnya, angka riil di lapangan kemungkinan lebih besar karena banyaknya pedagang yang meluber hingga ke luar area utama.
Baca Juga: 5 HP 2 Jutaan Terbaik 2026 Buat Upgrade Akhir Tahun, Poco M7 hingga Infinix Hot 60 Pro Jadi Rebutan
"Di luar alun-alun memang banyak yang tidak bisa berjualan di dalam, itu yang tidak bisa kami deteksi. Jadi, data Rp 150 juta itu murni dari PKL yang tersentral di dalam saja," ungkapnya.
Melihat capaian tersebut, Parminto berharap ke depan agenda-agenda serupa bisa terus dilaksanakan secara rutin dan terorganisasi.
Menurutnya, event yang mampu menyerap massa besar menjadi instrumen penting untuk memutar roda ekonomi lokal secara cepat bagi masyarakat menengah ke bawah.
"Kegiatan seperti ini dampaknya tidak berhenti di malam itu saja. Kami ingin event besar menjadi stimulan agar daya beli masyarakat terus stabil. Kami juga akan evaluasi penataan pedagang agar lebih banyak yang bisa terfasilitasi dan terdata saat ada keramaian massa," pungkasnya. (mg1/c1/ady)
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly