BLITAR KAWENTAR - Kampung Coklat terus menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Timur pada 2026. Tempat wisata edukasi berbasis kakao ini kini menghadirkan lebih banyak wahana, fasilitas keluarga, hingga area kebun coklat yang semakin menarik perhatian wisatawan.
Kampung Coklat Blitar 2026 tidak hanya menawarkan wisata kuliner coklat, tetapi juga pengalaman edukasi lengkap mulai dari proses pengolahan biji kakao hingga berbagai wahana permainan keluarga. Beragam fasilitas baru dan area wisata yang terus berkembang membuat jumlah pengunjung tetap ramai, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
Dalam sebuah video ulasan wisata terbaru, pengunjung diajak berkeliling menggunakan kendaraan wisata untuk mengeksplor seluruh area Kampung Coklat yang luasnya mencapai beberapa hektare. Selama perjalanan, wisatawan dapat melihat berbagai fasilitas unggulan yang tersedia di dalam kawasan wisata tersebut.
Banyak Wahana Sudah Termasuk Tiket Terusan
Salah satu daya tarik utama Kampung Coklat adalah banyaknya wahana yang sudah termasuk dalam tiket terusan. Pengunjung bisa menikmati kereta wisata, wahana perahu, animal feeding, kolam ikan, hingga area permainan anak tanpa biaya tambahan.
Di area tengah wisata, tersedia berbagai permainan keluarga seperti bombom car, trampolin, panahan, lokomotif mini, dan permainan anak lainnya. Pengunjung juga dapat mencoba terapi ikan serta menyewa sepeda listrik, mini trail, hingga skuter dengan tarif mulai Rp15 ribu hingga Rp35 ribu.
Selain wahana bermain, tersedia pula waterpark atau kolam renang keluarga yang sudah termasuk dalam tiket masuk. Area ini menjadi favorit anak-anak saat cuaca panas.
Wisata Edukasi Proses Pembuatan Coklat
Kampung Coklat juga dikenal sebagai wisata edukasi yang mengenalkan proses pengolahan kakao menjadi produk coklat siap konsumsi. Pengunjung dapat melihat langsung mesin pencampur bubuk coklat, proses pelelehan coklat, hingga area pencetakan coklat.
Di dalam kawasan wisata terdapat kelas coklat yang memungkinkan pengunjung belajar membuat olahan coklat secara langsung. Tidak heran jika tempat ini sering menjadi tujuan wisata edukasi sekolah maupun keluarga.
“Di sini pengunjung bisa belajar mulai dari biji kakao sampai menjadi coklat siap makan,” ujar pemandu wisata dalam video tersebut.
Selain area produksi, terdapat pula galeri coklat yang menjual berbagai produk olahan seperti coklat batang, minuman coklat, es krim coklat, hingga oleh-oleh khas Blitar.
Kebun Kakao Jadi Spot Favorit Wisatawan
Salah satu area yang paling menarik perhatian adalah kebun kakao yang berada di bagian belakang kawasan wisata. Pengunjung dapat melihat langsung pohon kakao lengkap dengan buahnya yang menggantung di batang pohon.
Pemandu wisata menjelaskan terdapat dua jenis kakao yang dibudidayakan di Kampung Coklat, yakni kakao lindak dan forastero. Kedua jenis kakao tersebut memiliki ciri kulit buah yang berbeda, namun menghasilkan cita rasa yang hampir sama.
Di area kebun, pengunjung juga bisa menemukan berbagai tanaman lain seperti anggur, jambu, pisang, hingga sayuran. Tidak sedikit wisatawan yang memanfaatkan area tersebut untuk berfoto karena suasananya rindang dan alami.
Kolam ikan yang tersebar di sepanjang area kebun juga menjadi daya tarik tersendiri. Beberapa kolam digunakan untuk budidaya ikan nila, lele, dan patin.
Fasilitas Lengkap untuk Acara Besar
Kampung Coklat juga menyediakan fasilitas hall besar dengan kapasitas hingga 2.000 orang yang biasa digunakan untuk acara wisuda, gathering, hingga pesta pernikahan.
Selain itu terdapat area food court yang menjual aneka makanan seperti soto ayam, bakso, ayam goreng, hingga minuman khas coklat dan kopi. Pengunjung juga dapat menikmati live music yang rutin digelar setiap hari.
Di beberapa sudut kawasan tersedia pusat oleh-oleh yang menjual batik, perlengkapan ibadah, hingga produk UMKM lokal.
Dengan konsep wisata edukasi, kuliner, dan hiburan keluarga dalam satu kawasan, Kampung Coklat Blitar 2026 tetap menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Editor : Gita Dwi Nuraini