Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Meriah dan Sakral, Kirab Pusaka Haul Eyang Jugo ke-156 di Blitar Dipadati Ribuan Warga hingga Pertunjukan Seni Tradisional

Gita Dwi Nuraini • Sabtu, 9 Mei 2026 | 20:52 WIB
Haul Eyang Jugo ke-156 di Blitar berlangsung meriah dengan kirab pusaka, seni budaya, hingga wayang kulit semalam suntuk.(Gemini AI)
Haul Eyang Jugo ke-156 di Blitar berlangsung meriah dengan kirab pusaka, seni budaya, hingga wayang kulit semalam suntuk.(Gemini AI)

 

BLITAR KAWENTAR - Tradisi budaya dan spiritual dalam rangka Haul Eyang Jugo ke-156 berlangsung meriah di kawasan padepokan Desa Jugo, Kabupaten Blitar. Ribuan warga memadati area kirab pusaka sejak siang hingga malam hari untuk mengikuti rangkaian acara sakral yang dipadukan dengan pertunjukan seni budaya khas Jawa.

Kirab pusaka Haul Eyang Jugo menjadi magnet masyarakat dari berbagai daerah. Selain dihadiri warga sekitar, sejumlah tamu undangan, paguyuban seni, komunitas budaya, hingga peserta kirab dari berbagai dusun ikut memeriahkan acara yang berlangsung penuh nuansa tradisional tersebut.

Dalam prosesi awal, gunungan hasil bumi diarak sebagai simbol rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan hasil panen. Pembawa acara menjelaskan bahwa gunungan tersebut menjadi bentuk doa bersama agar masyarakat senantiasa mendapatkan keselamatan, keberkahan, dan kesejahteraan.

“Kita bersyukur atas nikmat yang telah diberikan kepada masyarakat Desa Jugo. Semoga semuanya diberikan keselamatan dan keberkahan,” ujar pembawa acara di sela prosesi kirab pusaka.

Baca Juga: Kuliner Tempo Dulu di Blitar Ini Viral, Warung Legendaris Dekat Bekas Stasiun Gebang Bertahan sejak 1981

Kirab Pusaka dan Nuansa Budaya Jawa

Suasana sakral terasa ketika iring-iringan pusaka memasuki pelataran padepokan. Lantunan doa dan bahasa Jawa kuno mengiringi jalannya prosesi budaya tersebut. Masyarakat tampak antusias menyaksikan rangkaian acara yang disebut sebagai salah satu tradisi tahunan paling dinanti di kawasan Jugo.

Setelah prosesi kirab selesai, acara dilanjutkan dengan penampilan seni tradisional dari berbagai paguyuban. Paguyuban Bina Nada menjadi salah satu penampil pembuka yang sukses menghibur masyarakat melalui lagu-lagu campursari dan hiburan rakyat.

Tak hanya itu, kelompok Wanita Bersanggul Indonesia juga turut tampil membawakan tarian tradisional Jawa. Penampilan para seniman perempuan tersebut mendapat sambutan meriah dari penonton yang memenuhi area panggung kehormatan.

Panitia menyebut anggota komunitas seni yang hadir berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Blitar dan sekitarnya. Kehadiran mereka disebut sebagai bentuk pelestarian budaya lokal agar tetap dikenal generasi muda.

Baca Juga: Wisata Kuliner Blitar Bikin Kangen, dari Pecel Legendaris hingga Es Pleret yang Cuma Ada di Kota Blitar

Penampilan Seni hingga Drum Band Anak SD

Rangkaian Haul Eyang Jugo ke-156 juga dimeriahkan penampilan tari dari sejumlah sanggar seni. Sanggar Klampes Ireng dan beberapa kelompok tari lainnya tampil bergantian di depan tamu undangan dan masyarakat.

Suasana semakin semarak ketika siswa UPT SD Negeri Jugo 5 tampil membawakan tarian daerah dan marching band. Penampilan anak-anak tersebut mendapat tepuk tangan meriah dari warga yang hadir.

“Terima kasih untuk anak-anak generasi penerus bangsa yang sudah tampil luar biasa,” kata pembawa acara saat memberikan apresiasi kepada para siswa.

Selain pertunjukan seni, sejumlah kontingen dari dusun dan komunitas budaya ikut melakukan parade budaya memasuki pelataran kehormatan. Masing-masing kontingen mengenakan busana adat dan atribut tradisional khas daerah mereka.

Kelompok seni bantengan, paguyuban tayub, hingga komunitas budaya Jawa tampak ikut ambil bagian dalam kirab budaya tersebut. Kehadiran mereka membuat suasana haul semakin hidup dan penuh hiburan rakyat.

Baca Juga: Ranking 18 Stadion Klub BRI Super League 2025/2026: JIS Terbaik, Stadion Brawijaya dan Sultan Agung Jadi Sorotan

Jadi Ajang Silaturahmi dan Penggerak Ekonomi Warga

Haul Eyang Jugo tak hanya menjadi agenda spiritual dan budaya, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Banyak pedagang makanan, minuman, hingga pelaku UMKM memanfaatkan keramaian acara untuk berjualan.

Panitia bahkan menyediakan konsumsi gratis bagi peserta dan pengunjung melalui dukungan sejumlah sponsor lokal. Berbagai stan kopi, makanan tradisional, hingga produk UMKM tampak ramai dikunjungi masyarakat.

Acara juga disiarkan langsung melalui media sosial dan kanal YouTube oleh sejumlah kreator konten lokal. Hal itu membuat suasana haul semakin dikenal luas dan menjadi perhatian publik di luar daerah.

Panitia mengungkapkan rangkaian acara Haul Eyang Jugo ke-156 masih berlanjut hingga malam hari dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Sementara keesokan harinya akan digelar kirab tumpeng ambengan, ruwatan nusantara, hingga tahlil akbar.

Tradisi tahunan ini dinilai menjadi bukti kuatnya budaya gotong royong dan pelestarian adat Jawa di tengah perkembangan zaman modern. Antusiasme masyarakat yang memadati kawasan padepokan menunjukkan bahwa Haul Eyang Jugo tetap menjadi salah satu agenda budaya terbesar di wilayah Blitar.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Haul Eyang Jugo #Kirab Pusaka Blitar #budaya jawa #Wayang Kulit Blitar #desa jugo