BLITAR KAWENTAR – Cabang olahraga (cabor) Indonesia Beladiri Campuran Amatir atau IBCA MMA Kota Blitar sukses mencuri perhatian pada ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) awal Mei lalu.
Tampil di ajang Piala Wali Kota Surabaya yang digelar pada 30 April hingga 3 Mei, para atlet berhasil membawa pulang total 12 medali sekaligus mengukuhkan diri sebagai juara umum.
Baca Juga: Perjuangan Perenang Blitar Berhasil Tembus Final Kejurnas: Kami Kalah dari Ibu Kota dan Banten
Raihan tersebut terdiri dari 7 medali emas, 2 medali perak, dan 3 medali perunggu.
Capaian ini menjadi catatan penting bagi perkembangan cabor bela diri campuran di Bumi Bung Karno yang tergolong masih baru.
Pelatih IBCA MMA Kota Blitar, Agik Yulianto mengatakan, hasil di kejurprov menjadi modal besar untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi ke depan.
”Alhamdulillah, anak-anak bisa tampil maksimal dan membawa hasil yang membanggakan. Tapi ini bukan akhir, justru menjadi awal untuk persiapan menuju event yang lebih besar,” ujarnya.
Menurut Agik, fokus utama saat ini adalah mempersiapkan atlet menghadapi PON Beladiri 2026 di Manado serta Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027 mendatang.
Karena itu, dia meminta para atlet tidak cepat puas dengan prestasi yang diraih saat ini.
“Jangan larut dalam kebanggaan. Masih ada target besar yang harus dicapai. Latihan keras tetap menjadi kunci utama agar performa dan mental bertanding atlet semakin matang,” tegasnya.
Dia menjelaskan, perkembangan cabor MMA di Kota Blitar sejauh ini cukup positif.
Minat anak muda terhadap olahraga bela diri campuran terus meningkat seiring munculnya atlet-atlet potensial yang mulai menunjukkan prestasi di level provinsi.
Bahkan, sesuai rencana, empat atlet MMA Kota Blitar bakal dipanggil mengikuti pemusatan latihan daerah (puslatda) IBCA MMA Jawa Timur sebagai persiapan menuju PON bela diri di Manado.
Baca Juga: Perjuangan Perenang Blitar Berhasil Tembus Final Kejurnas: Kami Kalah dari Ibu Kota dan Banten
“Ini tentu menjadi kesempatan besar bagi atlet kami untuk berkembang dan bersaing di level nasional,” katanya.
Meski demikian, Agik berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah, khususnya KONI Kota Blitar, terhadap perkembangan cabor IBCA MMA.
Sebab, sebagai cabor yang masih baru, dukungan dinilai sangat dibutuhkan untuk menjaga konsistensi pembinaan atlet.
“Perhatian itu bisa berupa dukungan moril maupun materil. Karena untuk membangun prestasi tentu membutuhkan fasilitas latihan, pembinaan berkelanjutan, hingga dukungan kompetisi,” tandasnya.(sub/c1)
Editor : Oksania Difa Ilmada