BLITAR KAWENTAR- Pelaksanaan praktik kerja lapangan (PKL) bagi siswa SMK di Blitar Raya masih menghadapi sejumlah tantangan.
Salah satunya keterbatasan jumlah industri di daerah yang belum mampu menampung seluruh kebutuhan siswa sesuai jurusan masing-masing.
Kepala Seksi (Kasi) SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Blitar, Agus Supriyadi mengatakan, penempatan lokasi PKL memang bisa ditentukan siswa, orang tua, maupun sekolah.
Namun, tempat praktik harus tetap linier dengan jurusan yang diambil siswa.
Baca Juga: Terima Keluhan Pedagang, Pemkot Blitar Bakal Evaluasi Sistem Sewa Ruko Stadion Soepriadi
“Tidak semua siswa bisa mendapatkan tempat PKL di dalam daerah. Akhirnya banyak yang mencari sampai luar kota bahkan luar provinsi supaya sesuai bidangnya,” ujarnya.
Menurut Agus, kondisi tersebut sering memunculkan perbedaan pandangan antara siswa dengan orang tua.
Sebab, masih banyak wali murid yang menginginkan anaknya menjalani PKL di lokasi yang dekat rumah.
Padahal, peluang tempat praktik yang sesuai kompetensi justru banyak berada di luar daerah.
Karena itu, pihak cabdindik bersama sekolah terus melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada orang tua maupun siswa.
Selain itu, sekolah juga didorong aktif menjalin kerja sama dengan industri baru agar pilihan tempat PKL semakin luas dan mampu menampung lebih banyak siswa.
“Harapannya, PKL ini benar-benar menjadi bekal siswa sebelum masuk dunia kerja,” pungkasnya. (mg1/c1/ady)
Editor : Oksania Difa Ilmada