Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Komite SDN Tegalrejo 01 Selopuro Blitar Terus Kawal Polemik Rencana Pembangunan Proyek KDMP, Ini Permintaannya

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 11 Mei 2026 | 13:49 WIB
Usai Hearing, Komite SDN Tegalrejo 01 Terus Kawal
Usai Hearing, Komite SDN Tegalrejo 01 Terus Kawal

BLITAR KAWENTAR - Polemik rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di area SDN Tegalrejo 01, Kecamatan Selopuro, belum sepenuhnya mereda. 

Meskipun hasil rapat dengar pendapat dengan DPRD Kabupaten Blitar diminta cooling down, pihak komite sekolah memastikan pengawalan terhadap persoalan tersebut tetap dilakukan.

Baca Juga: Perjalanan Gary dari Balap Motor Bebek hingga Supermoto, Kisah Pembalap yang Tumbuh dari Keluarga Racer

Ketua Komite SDN Tegalrejo 1, Rudianto Indrastiawan mengatakan, keputusan cooling down yang dihasilkan dalam hearing bersama DPRD masih bersifat sementara.

Maka dari itu, kebijakan itu belum memberikan kepastian penuh terhadap keberlangsungan fasilitas pendidikan di sekolah tersebut.

Baca Juga: Guncang Dominasi Eropa! Veda Ega Pratama Moto3 Le Mans 2026 Libas Rider Spanyol, Pedok Internasional Mulai Gemetar Lihat Skill Anak Gunungkidul

”Kami diminta cooling down dan mengkaji ulang keputusan yang selama ini terkesan dipaksakan sepihak oleh pemerintah desa,” katanya kepada Koran ini, kemarin (10/5).

Dalam hearing tersebut, jelas dia, pemerintah desa diminta mencari alternatif lokasi lain apabila pembangunan KDMP tetap dilanjutkan.

Baca Juga: Semangat Warga Desa Purwokerto Blitar Menjaga Usaha Anyaman Bambu secara Tradisional

Rencananya, realisasi KDMP Tegalrejo ini diikutsertakan pada pembangunan tahap II. 

Selain itu, terdapat usulan penyesuaian volume maupun ukuran bangunan agar tidak mengganggu area sekolah.

Baca Juga: Aksi Gila Feda Ega Pratama GP Prancis 2026: Finis Keempat di Le Mans, Buktikan Mentalitas Baja Rider Indonesia di Level Dunia!

Namun demikian, pihak komite mengaku belum bisa sepenuhnya tenang. 

Sebab, keputusan tersebut dinilai masih berupa kesepakatan politis dan belum memiliki jaminan hukum tetap.

Baca Juga: Hasil Balapan Veda Ega Moto3 Prancis 2026: Dahsyat! Sempat Tercecer ke Posisi 12 di Trek Basah, Rider Indonesia Finish P4 dan Tembus 5 Besar Dunia

Maka dari itu, dia belum bisa percaya dengan hasil pertemuan tersebut.

“Maka dari itu, komite bersama wali murid dan sejumlah elemen masyarakat memastikan akan terus mengawal perkembangan persoalan tersebut. Perjuangan ini belum selesai. Kami tetap akan mengawal agar kepentingan pendidikan anak-anak tidak dikorbankan,” tegasnya.

Baca Juga: Gaya Balap Brutal Feda Ega Pratama Moto3 2026 di Q2 Le Mans: Aksi Cornering Presisi Bikin Garasi Honda Tegang, Sinyal Ancaman Rider Indonesia!

Mereka menggandeng berbagai pihak seperti PMII, PGRI, hingga Dewan Pendidikan untuk memastikan fasilitas pendidikan tetap terlindungi. 

Baginya, bangunan SDN Tegalrejo 01 yang kini berdiri memiliki nilai sejarah dan sudah memenuhi akreditasi.

Baca Juga: Harga Material Naik, Pemkot Blitar Pastikan Anggaran Bantuan RTLH tak Berubah

Pihak komite juga mengungkapkan kekhawatiran terkait dampak fisik apabila pembangunan koperasi tetap dilakukan di area sekolah. 

Berdasarkan simulasi pengukuran internal yang dilakukan, pembangunan gedung koperasi disebut berpotensi mengurangi sebagian besar ruang terbuka sekolah.

Baca Juga: Comeback Gila Veda Ega Pratama Moto3 Prancis 2026: Terlempar ke Posisi 14, Finish P4, dan Buktikan Mentalitas Giant Killer di Le Mans!

Menurut Rudianto, jika bangunan KDMP berdiri di lokasi tersebut, sisa halaman sekolah diperkirakan tinggal sekitar 20 persen dari luas awal. 

Area tersisa hanya berada di sekitar perpustakaan dan salah satu ruang kelas.

Baca Juga: ⁠Perbaikan Jembatan CR Sukandar Butuh Tahapan, Wali Kota Blitar: Tak Bisa Cepat karena ada Prosedurnya

Selain menyusutnya area sekolah, tata letak bangunan juga dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar. 

Dia menilai posisi bangunan akan sulit menyesuaikan kondisi lingkungan sekitar.

Baca Juga: Hasil Race MotoGP Prancis 2026: Veda Pratama Menggila di Le Mans, Kiandra Ramadipa Gemilang Meski Cedera, Mario Aji Hadapi Tantangan Berat
”Kalau menghadap selatan, aktivitas belajar bisa terganggu. Kalau menghadap utara, posisi bangunannya juga tidak ideal karena kondisi jalan menekuk. Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi juga ruang belajar dan ruang bermain anak-anak,” pungkasnya.

Sebelumnya, DPRD Kabupaten Blitar meminta seluruh pihak menahan diri sambil menunggu solusi terbaik terkait polemik lahan tersebut.

Baca Juga: Hasil Race MotoGP Prancis 2026: Veda Pratama Menggila di Le Mans, Kiandra Ramadipa Gemilang Meski Cedera, Mario Aji Hadapi Tantangan Berat

Salah satu opsi yang didorong adalah mencari lokasi alternatif agar pembangunan KDMP tidak mengganggu fasilitas pendidikan yang masih aktif digunakan.(jar/c1/sub)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#SDN Tegalrejo 01 #Sengketa Lahan Sekolah #Kabupaten Blitar #dprd kabupaten blitar #Koperasi Desa Merah Putih