Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Waspada Wabah PMK-LSD, Masyarakat Blitar Diimbau Teliti saat Membeli Hewan Kurban

Akhmad Nur Khoiri • Senin, 11 Mei 2026 | 14:44 WIB
Waspada PMK-LSD, Hewan Kurban Wajib Sehat
Jelang Idul Adha, Disnakkan Perketat Pengawasan 
(Gemini AI)
Waspada PMK-LSD, Hewan Kurban Wajib Sehat Jelang Idul Adha, Disnakkan Perketat Pengawasan (Gemini AI)

BLITAR KAWENTAR – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.

Mulai Senin (11/5), tim ahli kesehatan hewan akan diterjunkan langsung ke pasar-pasar desa dan pasar hewan besar untuk memastikan seluruh hewan yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat syariat.

Baca Juga: Polemik PAW Kades Jembewangi, Warga Wadul ke DPRD Kabupaten Blitar karena Anggap Proses PAW Tak Jelas

Terlebih, wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan berkuku belah atau genap masih menghantui. 

Sebagaimana diketahui, wabah PMK tersebut menyerang hewan ternak seperti sapi, kambing, hingga domba. Di Blitar, kasus PMK terbilang tinggi dan terus dilakukan upaya antisipasi untuk menekan penyebaran. 

Baca Juga: Sekolah Diimbau Proaktif Kroscek Kelaikan Bus Pariwisata sebelum Digunakan Studi

‎Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmavet Disnakkan Kabupaten Blitar, Lusia Adityaningtyas mengatakan, langkah pengawasan hewan ternak diambil untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Fokus pengawasan akan dipusatkan di beberapa titik strategis, termasuk Pasar Hewan Srengat dan Pasar Hewan Wlingi yang menjadi pusat transaksi ternak terbesar di Bumi Penataran.

Baca Juga: Pengamat Kritik Sekda Terkait Transparansi Administrasi Penggunaan Bekas SD Negeri untuk Proyek KDMP di Blitar

‎"Minggu depan, tepatnya mulai 11 Mei, kami melakukan pengawasan di pasar-pasar desa. Selain itu, kami juga menjadwalkan pemeriksaan intensif di pasar hewan besar untuk memantau lalu lintas ternak yang masuk maupun keluar," ungkapnya.

‎Tidak hanya di pasar hewan, disnakkan juga telah menyiapkan tim pemantau yang akan disebar ke seluruh wilayah desa.

Baca Juga: Cegah Karhutla, Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan Imbau Pemegang HGU Lakukan Langkah Preventif

Tim ini bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban secara menyeluruh, baik sebelum penyembelihan (antemortem) maupun sesudah penyembelihan (postmortem).

‎"Pemeriksaan antemortem sangat krusial untuk mendeteksi dini gejala penyakit seperti PMK, LSD, atau penyakit gatal seperti skabies. Sementara pemeriksaan postmortem dilakukan untuk memastikan organ dalam hewan, seperti hati, bebas dari parasit cacing hati sebelum dibagikan ke masyarakat," tambahnya.

Baca Juga: Daftar Wakil Indonesia di Red Bull Rookies Cup, dari Gerry Salim hingga Mario Suryo Aji dan Fadillah Aditama

‎Lusia mengimbau para pedagang dan peternak untuk kooperatif selama pemeriksaan berlangsung.

Masyarakat juga diminta untuk lebih teliti saat membeli hewan kurban dengan memastikan hewan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai bukti sah bahwa hewan tersebut telah melalui audit kesehatan resmi dari dinas terkait.(kho/c1/sub)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#Idul Adha 2026 #Pasar Hewan Srengat #kesehatan hewan #hewan kurban #disnakkan kabupaten blitar