BLITAR KAWENTAR - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Blitar menemui kendala teknis di lapangan.
Itu setelah dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), di Kelurahan Sananwetan dan Bendogerit, dilaporkan berhenti beroperasi sementara waktu.
Sekretaris Satgas MBG Kota Blitar, Dindin Alinurdin, menegaskan bahwa penghentian operasional ini dipicu oleh persoalan internal di masing-masing SPPG.
Posisi pemerintah daerah tidak bisa mengintervensi kendala rumah tangga pengelola tersebut.
"Bukan distop oleh satgas ya, tapi mereka berhenti sementara karena ada permasalahan internal. Karena itu dari pihak SPPG sendiri, kami tidak bisa intervensi," jelasnya kepada Koran ini kemarin (11/5).
Selain kendala internal, kata Dindin, Satgas MBG Kota Blitar terus menyoroti pemenuhan standar perizinan.
Dia menekankan bahwa SPPG harus proaktif melengkapi persyaratan administratif yang ditetapkan BGN.
Jika dalam masa toleransi persyaratan tidak terpenuhi, satgas tidak segan mengambil langkah koordinasi untuk menghentikan operasional sementara demi menjamin kualitas pangan.
Baca Juga: Review Nissan Serena C24 Bekas, MPV Mewah Harga Rp70 Jutaan yang Masih Nyaman untuk Mobil Keluarga
"Kita evaluasi terus. Kalau perizinan tidak segera dicukupi dalam rentang waktu toleransi, kita koordinasikan untuk stop dulu atau bagaimana. Tujuannya agar hasil olahan makanan benar-benar aman dan layak bagi anak-anak," tegasnya.
Berhentinya dua SPPG ini berdampak pada distribusi makanan di sejumlah sekolah dalam beberapa pekan terakhir.
Mengingat kapasitas satu unit SPPG mampu melayani hingga 1.500 sasaran, maka ada potensi 3.000 penerima yang terdampak di wilayah Sananwetan dan Bendogerit.
"Dua SPPG yang berhenti sementara ini punya sasaran sekitar 3 ribu siswa," ujarnya.
Namun, Dindin memastikan bahwa telah bergerak cepat melakukan mitigasi.
Satgas berkoordinasi dengan korwil tingkat kecamatan untuk mengalihkan sasaran sekolah ke SPPG lain yang masih memiliki kapasitas tampung.
"Sudah ada lembaga (sekolah) yang dialihkan. Kalau ada yang tidak operasional, kita alihkan ke SPPG terdekat yang siap menampung agar program tidak terhenti," imbuhnya.
Dindin mengungkapkan, saat ini sudah ada 31 unit SPPG yang resmi beroperasi.
Baca Juga: Dipicu Masalah Internal, Dua SPPG di Kota Blitar Berhenti Operasi, Ini Kata Satgas MBG
Beberapa unit lainnya masih dalam tahap verifikasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendapat izin operasional.
“Karena wewenang penuh untuk operasional berada di tangan lembaga pusat (BGN, Red),” tandasnya.
Sebagai informasi, total sasaran MBG di Kota Blitar mencapai 60 ribu orang.
Jumlah ini mencakup siswa mulai tingkat PAUD hingga menengah, guru dan tenaga kependidikan, serta kelompok prioritas seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. (mg1/c1/ady)
Editor : Oksania Difa Ilmada