KAWENTARAN – Tercatat lima ribu lebih rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Blitar belum tersentuh bantuan rehabilitasi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar mengupayakan program bantuan RTLH untuk warga kurang mampu tetap berjalan.
Baca Juga: Dipicu Masalah Internal, Dua SPPG di Kota Blitar Berhenti Operasi, Ini Kata Satgas MBG
Tahun ini terdapat ratusan unit RTLH yang bakal menjadi sasaran program bantuan pembangunan dari pemerintah tersebut.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Blitar, Nanang Adi mengatakan, setiap tahun diupayakan ada bantuan RTLH untuk menekan angka backlog yang saat ini masih tinggi di Bumi Penataran.
Backlog perumahan merupakan ketimpangan antara jumlah rumah tinggal yang dibutuhkan dan jumlah rumah yang terbangun.
“Data itu terus kami update setiap tahun karena kondisinya dinamis. Bisa saja warga yang sebelumnya masuk data RTLH ternyata sudah mampu membangun rumah sendiri,” jelasnya.
Program RTLH difokuskan untuk membantu masyarakat memiliki rumah yang layak huni sesuai standar minimal. Bantuan digunakan untuk memperbaiki struktur utama rumah, seperti dinding maupun bagian bangunan lainnya.
Kalau rumah layak huni itu minimal memenuhi kebutuhan ruang dasar penghuni, biasanya bantuan dipakai memperbaiki struktur rumah agar lebih layak.
Tahun ini, Pemkab Blitar mengalokasikan program RTLH untuk 400 unit rumah melalui APBD Kabupaten Blitar.
Sebaran penerima bantuan disebut merata di berbagai kecamatan. Selain bantuan dari APBD, Kabupaten Blitar juga mendapat tambahan alokasi bantuan RTLH dari pemerintah pusat sebanyak 535 unit rumah.
“ Saat ini proses verifikasi lapangan untuk bantuan pusat tersebut juga telah dilakukan. Yang dari pusat juga sudah verifikasi lapangan. Kebetulan jumlahnya memang lebih banyak,” katanya.
Nanang memperkirakan penyaluran bantuan RTLH dari APBD mulai bisa direalisasikan dalam waktu dekat setelah penyesuaian RAB selesai dilakukan.
Baca Juga: Review Nissan Serena C24 Bekas, MPV Mewah Harga Rp70 Jutaan yang Masih Nyaman untuk Mobil Keluarga
Dia berharap April sampai Juni ini bantuan RTLH sudah mulai bisa direalisasikan.
Meski total bantuan tahun ini mencapai 935 unit rumah dari APBD dan pemerintah pusat, jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan RTLH di Kabupaten Blitar.
Dia menjelaskan, setiap penerima bantuan RTLH mendapatkan alokasi Rp 20 juta. Rinciannya, Rp 17,5 juta untuk material bangunan dan Rp 2,5 juta untuk upah pekerja. Menurut Nanang, sejumlah material mengalami kenaikan harga cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Kenaikan paling tinggi terjadi pada bahan berbasis besi dan plastik.
”Penyesuaian dilakukan setelah proses verifikasi harga material terbaru dari toko bangunan. Namun yang berubah itu isi RAB-nya karena menyesuaikan harga toko terbaru.
Tetapi total bantuannya tetap, yang naik cukup tinggi itu besi, pipa, dan material berbahan plastik,” pungkasnya.(jar/c1/sub)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar