Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Waspada Penyebaran Hantavirus, Dinkes Kabupaten Blitar: Gejalanya Mirip Flu

Akhmad Nur Khoiri • Selasa, 12 Mei 2026 | 13:00 WIB
Waspada Hantavirus, Gejala Mirip Flu
Waspada Hantavirus, Gejala Mirip Flu

BLITAR KAWENTAR – Masyarakat diimbau untuk mewaspadai penyebaran Hantavirus, penyakit yang dapat ditularkan melalui tikus dan berisiko menimbulkan gangguan pernapasan serius hingga kematian.

Peringatan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya perhatian global terhadap penyakit yang ditularkan hewan pengerat, termasuk kasus yang sempat menjadi sorotan internasional beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: Pilihan Motor Listrik Murah 2026 Harga 15 Jutaan: Dari Polytron Fox Air Hingga Indomobil Adora, Intip Spesifikasi dan Jarak Tempuhnya!

‎Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati mengatakan, Hantavirus bukan penyakit yang bisa dianggap sepele karena penularannya dapat terjadi melalui udara yang terkontaminasi partikel kotoran, urine, maupun air liur tikus yang terinfeksi. 

“Penularannya bisa terjadi saat seseorang menghirup partikel debu yang tercampur kotoran atau urine tikus. Karena itu, kebersihan lingkungan menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.

Baca Juga: Cuma 49 Juta! Isuzu Panther High Grade 1991 Bekas Masih Ngaleng dan Interior Orisinal, Buruan Cek Lokasi Sebelum Sold Out!

Menurut dr Christine, gejala awal Hantavirus umumnya mirip flu biasa, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, dan tubuh terasa sangat lemas. 

Namun dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan berat.

Baca Juga: Belasan Desa di Kabupaten Blitar Belum Bisa Bangun KDMP, Pemkab Ungkap Faktornya

“Keluhan biasanya berupa demam, nyeri otot terutama di bagian paha, punggung, dan bahu, kemudian bisa disertai batuk hingga sesak napas,” jelasnya.

Dia mengatakan, risiko penularan meningkat pada lingkungan yang kotor, lembap, serta banyak ditemukan tikus, seperti gudang penyimpanan barang maupun rumah yang jarang dibersihkan.

Baca Juga: Fenomena Isuzu Panther: Bukan Anti Rusak, Tapi Menolak Punah! Rahasia Mesin 'Badak' dan Alasan Harga Bekasnya Tetap Gelap di Tahun 2026

Karena itu, dinkes mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan menutup akses masuk tikus ke dalam rumah maupun tempat penyimpanan bahan makanan.

Selain itu, masyarakat juga diminta menggunakan alat pelindung seperti masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi kotoran tikus.

Baca Juga: Upgrade New Model! Toyota Kijang Krista 1999 Bensin Dilepas 60 Jutaan, Body Kaleng dan Interior Wood Panel: Mobil Keluarga Paling Mewah di Zamannya!

“Jangan membersihkan kotoran tikus secara sembarangan, apalagi dalam kondisi kering, karena partikel debunya bisa beterbangan dan terhirup,” katanya. 

‎Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga disebut menjadi langkah penting untuk menekan risiko penyebaran penyakit tersebut.

Baca Juga: Siap Mudik Lebaran! Toyota Kijang Krista 1998 Bensin Dilepas 60 Jutaan, Body Full Kaleng dan Mesin Halus Nyaris Tak Terdengar: Unit Langka Langsung Sold Out!

Dinkes meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam atau gangguan pernapasan setelah kontak dengan lingkungan yang banyak tikusnya. 

“Deteksi dini penting dilakukan agar penanganan medis bisa segera diberikan sebelum kondisi berkembang lebih berat,” pungkasnya.(kho/c1/sub)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#Hantavirus #Waspada Tikus #Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) #dinas kesehatan kabupaten blitar #penyakit menular