BLITAR KAWENTAR – Masyarakat diimbau untuk mewaspadai penyebaran Hantavirus, penyakit yang dapat ditularkan melalui tikus dan berisiko menimbulkan gangguan pernapasan serius hingga kematian.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya perhatian global terhadap penyakit yang ditularkan hewan pengerat, termasuk kasus yang sempat menjadi sorotan internasional beberapa waktu terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati mengatakan, Hantavirus bukan penyakit yang bisa dianggap sepele karena penularannya dapat terjadi melalui udara yang terkontaminasi partikel kotoran, urine, maupun air liur tikus yang terinfeksi.
“Penularannya bisa terjadi saat seseorang menghirup partikel debu yang tercampur kotoran atau urine tikus. Karena itu, kebersihan lingkungan menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.
Menurut dr Christine, gejala awal Hantavirus umumnya mirip flu biasa, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, dan tubuh terasa sangat lemas.
Namun dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan berat.
Baca Juga: Belasan Desa di Kabupaten Blitar Belum Bisa Bangun KDMP, Pemkab Ungkap Faktornya
“Keluhan biasanya berupa demam, nyeri otot terutama di bagian paha, punggung, dan bahu, kemudian bisa disertai batuk hingga sesak napas,” jelasnya.
Dia mengatakan, risiko penularan meningkat pada lingkungan yang kotor, lembap, serta banyak ditemukan tikus, seperti gudang penyimpanan barang maupun rumah yang jarang dibersihkan.
Karena itu, dinkes mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan menutup akses masuk tikus ke dalam rumah maupun tempat penyimpanan bahan makanan.
Selain itu, masyarakat juga diminta menggunakan alat pelindung seperti masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi kotoran tikus.
“Jangan membersihkan kotoran tikus secara sembarangan, apalagi dalam kondisi kering, karena partikel debunya bisa beterbangan dan terhirup,” katanya.
Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga disebut menjadi langkah penting untuk menekan risiko penyebaran penyakit tersebut.
Dinkes meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam atau gangguan pernapasan setelah kontak dengan lingkungan yang banyak tikusnya.
“Deteksi dini penting dilakukan agar penanganan medis bisa segera diberikan sebelum kondisi berkembang lebih berat,” pungkasnya.(kho/c1/sub)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda