Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Golongan Darah O dan Trombosit Paling Banyak Dibutuhkan di Bltar, Kemana saja Distribusinya

M. Subchan Abdullah • Rabu, 13 Mei 2026 | 19:48 WIB
PMI KABUPATEN BLITAR UNTUK RADAR BLITAR - AMAN: Petugas menunjukkan stok darah yang tersimpan untuk memenuhi kebutuhan pasien di rumah sakit.
PMI KABUPATEN BLITAR UNTUK RADAR BLITAR - AMAN: Petugas menunjukkan stok darah yang tersimpan untuk memenuhi kebutuhan pasien di rumah sakit.

 

BLITAR KAWENTAR – Kebutuhan darah di wilayah Blitar Raya hingga saat ini masih terpantau stabil.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blitar menyebut belum ada lonjakan signifikan permintaan darah akibat kasus penyakit tertentu dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: Bau Limbah Kotoran Ayam Peternak Belum Reda, DPRD Kabupaten Blitar Ultimatum CV Bumi Indah

Wakil Ketua PMI Kabupaten Blitar, Bambang Wahjudianto mengatakan, secara umum permintaan darah dari sejumlah rumah sakit di Blitar Raya masih dalam kondisi normal.

Meski demikian, terdapat beberapa jenis darah yang permintaannya hampir tidak pernah sepi, terutama golongan darah O dan trombosit.

Baca Juga: Meski Terkendala Aset Terbatas, PKDI Minta Kades Tetap Optimistis

 ”Kalau secara umum kebutuhan darah di Blitar Raya masih stabil, belum ada peningkatan signifikan. Namun memang untuk golongan darah O dan trombosit, kebutuhannya cukup tinggi,” katanya.

Menurutnya, darah golongan O menjadi salah satu jenis darah yang paling banyak diminta rumah sakit karena sifatnya yang dapat digunakan dalam kondisi tertentu untuk berbagai kebutuhan pasien.

Baca Juga: Polemik Proyek KDMP di Desa Tegalrejo Blitar, Kades Tak Ngotot Bangun KDMP di SD Negeri

Selain itu, jenis trombosit atau Thrombocyte concentrate (TC) juga masih sangat dibutuhkan untuk penanganan pasien di rumah sakit.

Bambang menjelaskan, trombosit umumnya digunakan untuk pasien penderita demam berdarah dengue (DBD), leukemia, maupun penyakit lain yang menyebabkan penurunan trombosit dalam tubuh.

Baca Juga: Cerita Pelukis Blitar yang Karyanya Pernah Dinilai Seniman Legendaris Tino Sidin

”Permintaan trombosit memang cukup tinggi karena digunakan untuk pasien DBD dan beberapa penyakit tertentu seperti leukemia,” ujarnya.

Meski permintaan darah tertentu cukup tinggi, PMI Kabupaten Blitar memastikan stok darah yang tersedia saat ini masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan rumah sakit di wilayah Blitar Raya.

Baca Juga: Rekomendasi Mobil Keluarga Bekas 2026: Avanza, Mobilio hingga CX-5, Mana Paling Worth It untuk Keluarga Muda?

Berdasarkan data stok darah PMI Kabupaten Blitar per 12 Mei 2026, stok darah utuh tercatat masing-masing golongan A sebanyak 3 kantong, golongan B sebanyak 5 kantong, golongan AB sebanyak 3 kantong, dan golongan O sebanyak 3 kantong.

Sementara itu, untuk stok packed red cell (PRC) atau sel darah merah pekat tersedia golongan A sebanyak 47 kantong, golongan B sebanyak 155 kantong, golongan AB sebanyak 15 kantong, dan golongan O sebanyak 37 kantong.

Baca Juga: Mobil Bekas untuk Mudik 2026: Avanza-Xenia Masih Jadi Raja, Panther Disebut Paling Bandel tapi Bikin “Speedboat”

Kemudian untuk jenis trombosit, stok yang tersedia saat ini hanya golongan B dengan jumlah 4 kantong.

PMI Kabupaten Blitar sendiri saat ini melayani kebutuhan darah sedikitnya 12 rumah sakit di wilayah Blitar Raya, baik rumah sakit swasta maupun rumah sakit milik pemerintah daerah.

Baca Juga: Pemkot Blitar Turun Tangan Dampingi Korban TPPO Anak di Bawah Umur, Dispendik: Kami Dorong Kembali ke Sekolah

Meski kebutuhan darah masih relatif stabil, PMI tetap mengimbau masyarakat untuk aktif mendonorkan darah secara rutin guna menjaga ketersediaan stok, terutama untuk golongan darah yang tingkat kebutuhannya cukup tinggi seperti golongan O dan trombosit.(sub/c1)

Editor : Oksania Difa Ilmada
#PMI Blitar #kebutuhan donor darah #penyakit demam berdarah #PMI