BLITAR KAWENTAR - Generasi muda di Blitar diminta tidak bersikap sinis terhadap dunia politik.
Meski kerap kecewa dengan kasus korupsi maupun janji politik yang tidak ditepati, suara anak muda tetap dinilai memiliki peran penting.
Pengamat politik dan kebijakan, Putri Cinta Mei mengatakan, rasa skeptis yang muncul di kalangan Gen Z umumnya dipicu oleh ketidakpercayaan terhadap elite politik dan kebijakan yang dianggap tidak sesuai dengan realitas masyarakat.
“Banyak anak muda merasa suara mereka belum benar-benar didengar. Itu yang memunculkan sikap sinis terhadap politik praktis,” ujarnya.
Meski demikian, tingginya partisipasi pemilih muda pada Pemilu 2024 menunjukkan bahwa generasi muda sebenarnya masih memiliki harapan terhadap perubahan.
Menurutnya, anak muda saat ini lebih tertarik pada isu yang langsung berkaitan dengan realita kehidupan, seperti lapangan pekerjaan, kualitas pendidikan, lingkungan, kesehatan mental, hingga ekonomi digital.
Baca Juga: POV Riding Yadea Osta Bikin Geger! Tembus 79 Km/Jam, Ini Hasil Tes Harian dari Rumah ke Kantor 78 Km
Karena itu, generasi muda seharusnya tidak hanya dijadikan objek pendulang suara saat momentum politik tiba, tetapi juga perlu dilibatkan langsung dalam proses perumusan kebijakan publik.
Di Blitar, salah satu langkah yang dinilai penting ialah menghadirkan forum pelajar maupun ruang aspirasi anak muda agar mereka dapat menyampaikan gagasan.
Baca Juga: Melek Politik di Kalangan Gen Z Sah-sah Saja, tapi Tetap Waspada Hoaks
”Gen Z harus diberi ruang untuk ikut menentukan kebijakan, bukan hanya diminta memilih saat pemilu. Satu suara memang kecil, tetapi kalau jutaan Gen Z sadar dan aktif, itu bisa mengubah arah pembangunan di masa depan,” ujarnya.(sub/c1)
Editor : Oksania Difa Ilmada