BLITAR KAWENTAR - Generasi Z dinilai bukan kelompok yang apatis terhadap politik.
Mereka justru dianggap lebih kritis dan berani bersuara dibanding generasi sebelumnya, hanya saja memiliki cara pandang yang berbeda.
Ketua Fatayat NU Kabupaten Blitar, Upik Rohmatul Fitria mengatakan, anak muda saat ini sebenarnya cukup peduli terhadap berbagai persoalan publik.
Mulai isu pendidikan, lapangan kerja, korupsi, hingga lingkungan dan perempuan.
Namun, mereka tidak sadar kalau hal itu merupakan bagian ari politik.
“Gen Z itu sebenarnya bukan tidak peduli politik. Tetapi cara mereka memandang politik sudah berbeda dibanding generasi sebelumnya,” ujarnya.
Generasi muda kini sangat cepat merespons isu-isu sosial yang berkembang.
Mereka juga berani menyampaikan pendapat secara terbuka, terutama melalui ruang digital.
Meski begitu, Upik melihat generasi muda memiliki potensi besar menjadi kelompok pengawal kebijakan publik di masa depan.
“Mereka hidup di dunia digital sehingga akses informasinya luas dan keberanian menyampaikan pendapatnya juga tinggi. Jangan hanya ramai di medsos, tapi juga harus ada gerakan nyata dan pemikiran matang demi perubahan,” tegasnya.
Upik juga mengingatkan generasi muda agar tidak alergi terhadap politik.
Sebab, menurutnya, politik sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Politik itu bukan hanya soal jabatan atau kekuasaan. Harga kebutuhan pokok, pendidikan, pekerjaan, sampai ruang aman perempuan itu semua dibentuk lewat kebijakan politik.
“Kita butuh anak muda yang bukan hanya ramai berkomentar, tapi mau belajar, peduli, dan mengambil peran dalam pembangunan Indonesia,” pungkasnya.(jar/c1/sub)
Editor : Oksania Difa Ilmada