
BLITAR KAWENTAR – Capaian pelayanan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Bumi Penataran selama Januari hingga Maret 2026 menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.
Meski tingkat pelayanan terhadap masyarakat yang telah mendaftar mencapai 97,3 persen, namun cakupan keseluruhan baru menyentuh 69,32 persen atau sekitar 99.320 jiwa dari target 143.262 orang.
Baca Juga: Hati-hati Gunakan Knalpot Brong di Jalan Bisa Dipidana, Ini Penjelasan Polres Blitar Kota
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi dua faktor utama, yakni kendala teknis pada aplikasi pelaporan serta aktivitas masyarakat yang mayoritas bekerja di sektor pertanian.
"Sebenarnya, partisipasi warga sebenarnya cukup baik," ungkapnya.
Namun, proses sinkronisasi data kerap mengalami hambatan karena beberapa Puskesmas mengalami kendala saat mengunggah hasil pemeriksaan secara real-time ke sistem pelaporan.
"Akibatnya, data capaian yang muncul di tingkat kabupaten belum sepenuhnya menggambarkan kondisi pelayanan di lapangan," sambungnya.
Baca Juga: Motor Listrik Selis IMX Dibongkar Habis, Ternyata Punya Kelebihan Mengejutkan dan Bisa Tempuh 230 KM
Selain persoalan teknis, mobilitas masyarakat juga menjadi tantangan tersendiri.
Banyak warga lebih memprioritaskan pekerjaan di ladang maupun sawah sehingga pemeriksaan kesehatan sering ditunda.
“Masyarakat rata-rata sudah berpartisipasi dalam CKG walaupun ada yang masih belum maksimal, ini dikarenakan kesibukan dalam bekerja di ladang, di sawah, dan lain-lain," paparnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mulai menyiapkan pola layanan yang lebih fleksibel.
Salah satunya melalui sistem jemput bola dengan memanfaatkan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) serta kegiatan berbasis komunitas.
Layanan kesehatan juga direncanakan mendekat ke pusat aktivitas masyarakat seperti pasar tradisional hingga tempat ibadah agar warga lebih mudah mengakses pemeriksaan kesehatan.
Berdasarkan data sementara, jenis pemeriksaan yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta asam urat.(kho/sub)
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly