Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Waspada Air Kotor selama Musim Kemarau, Dinkes Kabupaten Blitar: Bisa Picu Bakteri Panjang

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 15 Mei 2026 | 18:32 WIB
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai peningkatan risiko penyakit pencernaan selama musim kemarau. (Gemini AI)
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai peningkatan risiko penyakit pencernaan selama musim kemarau. (Gemini AI)

BLITAR KAWENTAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai peningkatan risiko penyakit pencernaan selama musim kemarau.

Penurunan kualitas air akibat debit yang menyusut dinilai berpotensi memicu munculnya berbagai penyakit seperti diare hingga tifus.

Baca Juga: Motor Listrik Celis IMX Dibanderol Rp18 Jutaan, Jarak Tempuh Tembus 60 Km dan Kuat Nanjak, Worth It Buat Harian?

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto, mengatakan kondisi air yang minim dan cenderung tidak mengalir menjadi tempat berkembangnya berbagai bakteri berbahaya.

Salah satu bakteri yang dapat berkembang adalah E. coli.

Baca Juga: Motor Listrik Selis MX Makin Diburu, Harga Belasan Juta Sudah Dapat Keyless, Rem Cakram dan Jarak Tempuh 50 Km

Menurutnya, sumber air yang mulai keruh maupun dangkal memiliki risiko kontaminasi lebih tinggi, terutama jika digunakan langsung untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari tanpa pengolahan yang benar.

“Penurunan kualitas air selama kemarau terjadi karena air yang minim cenderung tidak mengalir dan menjadi sarang kuman seperti E. coli yang memicu diare,” ujarnya.

Baca Juga: Motor Listrik Selis MX Kini Cuma Rp9,9 Juta Setelah Subsidi, PKDN Tembus 53 Persen dan Jarak Tempuh Capai 120 Km

Dinkes saat ini terus melakukan pemantauan kualitas sumber air minum di sejumlah wilayah serta menggencarkan edukasi terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Selain itu, pemantauan kasus penyakit berbasis lingkungan juga dilakukan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

Baca Juga: Nissan Grafit 2026 Bikin Heboh, MPV 7 Seater Harga Rp140 Jutaan Siap Goyang Toyota Calya dan Daihatsu Sigra

Anggit mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan sumber air selama musim kemarau.

Warga diminta memastikan air yang dikonsumsi telah direbus hingga mendidih guna meminimalkan risiko infeksi bakteri.

Baca Juga: Nissan Grafit Resmi Meluncur, MPV 7 Seater Rp105 Jutaan Ini Bikin Toyota Calya dan Sigra Ketar-ketir

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari penggunaan air sungai yang kotor maupun mulai mengering untuk kebutuhan penting seperti memasak dan minum.

“Kami terus mengimbau masyarakat untuk merebus air hingga benar-benar mendidih sebelum dikonsumsi, serta tidak menggunakan air sungai yang kotor untuk kebutuhan vital,” jelasnya.

Baca Juga: Nissan Graffite 2026 Disebut Siap Guncang Toyota Avanza, MPV 7 Penumpang Harga Murah Ini Bisa Jadi Game Changer

Selain langkah pencegahan, dinkes juga memastikan ketersediaan obat-obatan di seluruh Puskesmas guna mengantisipasi apabila terjadi lonjakan kasus penyakit pencernaan selama musim kemarau berlangsung.

Masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala awal seperti sakit perut, mual, muntah, maupun diare berkepanjangan.

Baca Juga: Nissan Gravite 2026 Siap Guncang Toyota Avanza, MPV 7 Penumpang Harga Rp100 Jutaan Ini Disebut Jadi Ancaman Baru di Indonesia

”Jika kondisi tersebut muncul, warga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapat penanganan lebih cepat," katanya.(kho/sub)

Editor : Muhammad Adib Falih Rifly
#Kesehatan Musim Kemarau #Penyakit Pencernaan #Waspada Diare #Kualitas Air Bersih #dinkes kabupaten blitar