BLITAR KAWENTAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai peningkatan risiko penyakit pencernaan selama musim kemarau.
Penurunan kualitas air akibat debit yang menyusut dinilai berpotensi memicu munculnya berbagai penyakit seperti diare hingga tifus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto, mengatakan kondisi air yang minim dan cenderung tidak mengalir menjadi tempat berkembangnya berbagai bakteri berbahaya.
Salah satu bakteri yang dapat berkembang adalah E. coli.
Menurutnya, sumber air yang mulai keruh maupun dangkal memiliki risiko kontaminasi lebih tinggi, terutama jika digunakan langsung untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari tanpa pengolahan yang benar.
“Penurunan kualitas air selama kemarau terjadi karena air yang minim cenderung tidak mengalir dan menjadi sarang kuman seperti E. coli yang memicu diare,” ujarnya.
Dinkes saat ini terus melakukan pemantauan kualitas sumber air minum di sejumlah wilayah serta menggencarkan edukasi terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Selain itu, pemantauan kasus penyakit berbasis lingkungan juga dilakukan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).
Anggit mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan sumber air selama musim kemarau.
Warga diminta memastikan air yang dikonsumsi telah direbus hingga mendidih guna meminimalkan risiko infeksi bakteri.
Baca Juga: Nissan Grafit Resmi Meluncur, MPV 7 Seater Rp105 Jutaan Ini Bikin Toyota Calya dan Sigra Ketar-ketir
Dia juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari penggunaan air sungai yang kotor maupun mulai mengering untuk kebutuhan penting seperti memasak dan minum.
“Kami terus mengimbau masyarakat untuk merebus air hingga benar-benar mendidih sebelum dikonsumsi, serta tidak menggunakan air sungai yang kotor untuk kebutuhan vital,” jelasnya.
Selain langkah pencegahan, dinkes juga memastikan ketersediaan obat-obatan di seluruh Puskesmas guna mengantisipasi apabila terjadi lonjakan kasus penyakit pencernaan selama musim kemarau berlangsung.
Masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala awal seperti sakit perut, mual, muntah, maupun diare berkepanjangan.
”Jika kondisi tersebut muncul, warga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapat penanganan lebih cepat," katanya.(kho/sub)
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly