KAWENTARAN - Kondisi Jalan Merdeka Kota Blitar mulai mengalami retak dan pecah di sejumlah titik. Pemerintah Kota Blitar mengakui belum mampu melakukan perbaikan total karena terkendala keterbatasan anggaran.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan, penurunan kualitas jalan saat ini dipengaruhi kondisi keuangan daerah yang terbebani setelah adanya pemotongan anggaran sekitar Rp 126 miliar pada tahun lalu.
“Daerah hari ini betul-betul memaksimalkan annggaran yang ada, baik untuk pembiayaan infrastruktur jalan dan lainya,” ujarnya.
Menurut Mas Ibin, kondisi Jalan Merdeka kini mulai menunjukkan kerusakan karena usia jalan yang sudah cukup lama.
“Jalan Merdeka saat ini sudah mulai retak dan pecah-pecah. Normalnya umur jalan itu 5 sampai 10 tahun, sementara ada yang usianya sudah lebih dari 10 tahun,” katanya.
Dia menjelaskan, idealnya jalan yang sudah mengalami kerusakan berat harus dikeruk dan dibangun ulang. Namun, biaya rekonstruksi jalan dinilai sangat mahal.
Baca Juga: Polisi Perketat Ibadah Misa Kenaikan Yesus Kristus di Blitar
“Kalau ditingkatkan total, Jalan Merdeka 1 kilometernya bisa sampai Rp 10 miliar hingga Rp 12 miliar,” jelasnya.
Karena keterbatasan anggaran, Pemkot Blitar saat ini masih melakukan penanganan sementara berupa tambal sulam pada sejumlah ruas jalan rusak.
Baca Juga: Rawan Makan Korban, KAI Terus Tertibkan Perlintasan Sebidang Liar di Blitar
“Kalau masyarakat melihat banyak jalan hanya ditambal, itu memang karena kemampuan anggaran daerah masih terbatas,” pungkasnya
Mas Ibin juga mengaku telah mengusulkan bantuan perbaikan jalan kepada pemerintah pusat melalui jalur aspirasi DPR. (bud/c1/ady)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar