SUDAH BERES: KDMP Desa Pasirharjo di Kecamatan Talun sudah siap beroperasi. Kendaraan pendukung sudah terparkir.
BLITAR KAWENTAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar meminta desa-desa yang masih terkendala lahan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) agar tidak memaksakan pelaksanaan pada tahap pertama.
Salah satunya terkait polemik lokasi pembangunan KDMP di Desa Tegalrejo, Kecamatan Selopuro.
Kepala Dinas Koperasi dan UMK Kabupaten Blitar, Sri Wahyuni mengatakan, gerai KDMP tidak wajib selesai pada tahap I karena masih ada tahap II.
Bila ada usulan penggunaan lahan pada lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) dan lahan sawah dilindungi (LSD) tetap harus melalui mekanisme dan kajian sesuai aturan tata ruang.
“Ada 12 desa yang belum bangun KDMP, pelan-pelan saja prosesnya. Kalau mengubah peta LSD atau LP2B itu harus melalui kajian. Ada tahapan dan mekanisme yang harus dilalui, dan itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar.,” katanya.
Dia melanjutkan, saat ini standar pembangunan KDMP tahap pertama masih mensyaratkan luas lahan sekitar 1.000 meter persegi.
Kondisi tersebut menjadi kendala bagi sejumlah desa yang memiliki keterbatasan lahan.
Dalam kesempatan itu, mantan kabag perekonomian ini menjelaskan, pemerintah pusat melalui Agrinas masih membuka kemungkinan perubahan desain maupun spesifikasi pembangunan pada tahap berikutnya.
Terutama untuk wilayah perkotaan maupun desa yang kesulitan menyediakan lahan luas.
“Nanti kemungkinan ada alternatif desain pada tahap kedua. Karena di beberapa daerah mencari lahan 1.000 meter persegi juga sulit, sehingga tidak hanya dirasakan pada Desa Tegalrejo saja yang kesulitan lahan,” jelasnya.
Baca Juga: Jalan Merdeka Kota Blitar Mulai Retak-retak, Pemkot Tak Punya Anggaran
Sri meminta pemerintah desa tidak terburu-buru memaksakan pembangunan apabila lokasi yang tersedia masih bermasalah atau membutuhkan proses alih fungsi lahan.
Kalau memang belum ada lahan yang sesuai, maka menunggu arahan dari pemerintah daerah dan pusat.
Baca Juga: Toyota Calya 2026 Makin Modern, MPV Murah Favorit Keluarga Tetap Irit dan Nyaman
Dia menyebut, pemerintah daerah sejauh ini terus memfasilitasi penyelesaian berbagai persoalan pembangunan KDMP, termasuk desa-desa yang belum memiliki lahan.
Pembahasan terkait kendala tersebut bahkan telah dilakukan dalam rapat koordinasi yang dipimpin sekretaris daerah bersama sejumlah pihak terkait, termasuk kodim.
Baca Juga: Toyota Calya 2026 Tetap Jadi Andalan, Mobil Keluarga Murah dengan Fitur Semakin Modern
“Sudah pernah dibahas bersama desa-desa yang masih terkendala lahan. Namun, beberapa desa masih ada yang bersikeras mengusulkan pembangunan gerai KDMP di lahan yang bermasalah,” pungkasnya.(jar/c1/sub)
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly