BLITAR KAWENTAR - Sejumlah pohon perindang di ruas jalan protokol Kota Blitar, khususnya di Jalan Sudanco Supriyadi dan Jalan A. Yani, mulai dilakukan penebangan dan perampingan. Langkah ini dilakukan petugas dinas lingkungan hidup (DLH) sebagai antisipasi terhadap kondisi pohon yang mulai menunjukkan gejala lapuk meski secara fisik tampak masih berdiri kokoh.
Pantauan di lokasi, petugas menyasar pohon-pohon yang terindikasi terserang hama wawung. Serangan hama tersebut memicu kerusakan struktur kayu dari dalam sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan dan warga sekitar.
Kurniawan, warga yang sering beraktivitas di sekitar Jalan Sudanco Supriyadi, mengakui adanya kekhawatiran terkait kondisi tersebut. Menurutnya, potensi pohon tumbang menjadi ancaman nyata saat cuaca ekstrem melanda kawasan tersebut.
"Kalau hujan deras dan angin kencang agak ngeri. Di beberapa bagian pohon sudah terlihat keropos, terus ada dahan kering. Takutnya tiba-tiba ambruk menimpa orang yang lewat atau kendaraan yang parkir," ungkapnya saat ditemui di lokasi, Rabu (13/5).
Merespons hal itu, Kepala DLH Kota Blitar Jajuk Indihartati mengatakan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari agenda rutin satgas pohon. Seluruh langkah teknis didasarkan pada hasil monitoring dan evaluasi (monev) terhadap keberadaan pohon di jalur hijau serta ruang terbuka hijau (RTH).
"Pohon yang berada di jalur hijau punya spesifikasi khusus sebagai pohon peneduh. Untuk menentukan apakah pohon tersebut masuk kategori aman atau tidak, kami melakukan evaluasi mulai dari kondisi akar, batang, daun, hingga rantingnya secara keseluruhan," jelasnya.
Dia memaparkan bahwa pengecekan detail pada setiap bagian pohon diperlukan untuk memetakan tingkat risiko. Meski demikian, dia menekankan bahwa secara umum status keamanan pohon di Kota Blitar bersifat dinamis. Sebab bergantung pada faktor alam yang sering kali tidak terduga.
"Tetap tidak menutup kemungkinan, meskipun kondisi fisik pohon terlihat baik, bisa menjadi tidak aman jika terjadi keadaan di luar prediksi. Seperti adanya angin kencang, gempa bumi, hingga longsor yang dapat memengaruhi kekuatan pohon," pungkasnya.(mg1/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah