BLITAR KAWENTAR - Persiapan fisik menjadi perhatian serius bagi 162 calon jemaah haji (CJH) Kota Blitar menjelang keberangkatan ke Tanah Suci pada 18 Mei mendatang. Pasalnya, dari total jemaah tersebut, tercatat sekitar 60 orang masuk dalam kategori risiko tinggi kesehatan.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, Silvia Dewi Kusumawati menjelaskan, para jemaah kategori risiko tinggi (risti) tersebut mencakup kasus berat dan sedang. Di antaranya memiliki riwayat penyakit kronis seperti jantung, hipertensi, hingga stroke yang perlu pengawasan medis secara berkelanjutan.
"Untuk risiko tinggi seperti yang punya riwayat sakit jantung, itu selalu terpantau. Pemeriksaan kesehatan pun tidak hanya di puskesmas, tapi ada rujukan dengan dokter spesialis di rumah sakit agar tetap terkontrol," jelas Silvia beberapa waktu lalu.
Dia menegaskan, pemantauan intensif ini terus dilakukan hingga hari keberangkatan untuk memastikan seluruh jemaah dalam kondisi stabil.
"Meski ada risiko berat atau sedang, tetap kami pantau terus supaya pada tanggal 18 Mei nanti semua bisa berangkat ke Tanah Suci," imbuhnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Blitar, Purnomo, membenarkan bahwa faktor usia menjadi salah pemicu munculnya risiko kesehatan tersebut. Mayoritas jemaah lansia memiliki keluhan gula darah dan tekanan darah tinggi.
"Imbauan dari kami agar menjelang keberangkatan ini jemaah benar-benar menjaga kondisi fisik dan mental. Jangan sampai nanti sudah waktunya berangkat, kondisinya justru down," tuturnya.
Dia juga menyarankan agar para jemaah mulai membatasi kegiatan yang tidak perlu agar stamina tetap terjaga.
"Aktivitas berat dikurangi, fokus untuk persiapan pemberangkatan saja. Olahraga juga secukupnya saja," pesannya.
Sesuai rencana, rombongan yang masuk dalam gelombang kedua kloter 106 ini akan diberangkatkan dari Kantor Wali Kota Blitar pada 18 Mei 2026 pukul 5.00 WIB.
Rombongan dijadwalkan terbang dari Bandara Juanda pada 19 Mei 2026 pukul 10.20 WIB dan diperkirakan tiba di Jeddah, Arab Saudi, pada malam harinya. (mg1/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah