BLITAR KAWENTAR - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Blitar memberikan peringatan serius kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar terkait lambatnya serapan anggaran pada tahun 2026.
Hingga memasuki periode April, realisasi belanja daerah tercatat masih di bawah 30 persen. Jauh dari target ideal di awal tahun.
Baca Juga: Pemkot Blitar Targetkan Renovasi Istana Gebang Tuntas saat Momen Bulan Bung Karno
Anggota Komisi III DPRD Kota Blitar dari Fraksi PKB, Totok Sugiarto mengatakan, komposisi serapan tersebut belum mencerminkan progres pembangunan yang signifikan.
Sejauh ini, realisasi belanja masih didominasi oleh pos belanja rutin, yakni belanja pegawai serta belanja barang dan jasa.
"Berdasarkan informasi terkini per April kemarin, capaian serapan atau realisasi belanja ini kurang dari 30 persen. Nah, itu pun masih didominasi belanja pegawai. Untuk belanja modal, ini masih jauh dari harapan kita," ungkapnya kepada Koran ini.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mendesak agar pemkot segera mengalihkan fokus pada percepatan belanja modal, terutama di sektor konstruksi.
Menurutnya, percepatan ini perlu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan pengerjaan fisik di akhir tahun yang berisiko pada kualitas proyek.
"Total belanja modal ada Rp 60 miliar yang harus segera dipercepat serapannya. Yang paling besar ada di belanja barang dan jasa sebesar Rp 386 miliar. Kami minta dilakukan percepatan," tegasnya.
Informasi yang dihimpun, ada sejumlah komponen belanja modal yang harus segera dieksekusi.
Di antaranya, belanja modal tanah Rp 2,9 miliar, peralatan dan mesin Rp 11,3 miliar, gedung dan bangunan Rp 21 miliar, serta belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi sebesar Rp 24,5 miliar.
Lambatnya serapan ini menjadi perhatian serius karena Pemkot Blitar memikul tanggung jawab menyelesaikan 10 proyek strategis tahun ini.
Proyek-proyek tersebut mencakup pembangunan Blitar Trade Center (BTC) yang alokasi anggarannya menelan Rp 2,5 miliar, revitalisasi Sirkuit Sentul dengan Rp 8,1 miliae, gedung serbaguna Sport Center, hingga revitalisasi Waterpark Sumber Udel senilai Rp 2 miliar sebagai daya tarik wisata.
"Serapan khususnya untuk pelaksanaan proyek-proyek strategis masih terbilang lambat," akunya.
Tak hanya itu, proyek di sektor lingkungan dan pendidikan juga menanti, seperti pembangunan outbound Gedog di Ecopark Joko Pangon tahap 3 senilai Rp 4 miliar, perluasan lahan TPA, pembangunan saluran irigasi di wilayah Jalan Ir Soekarno dan pembangunan drainase Jalan Anggrek-Melati sebesar Rp 800 juta, hingga pembangunan TKN Kepanjenlor tahap 2 serta pengadaan seragam sekolah gratis.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Blitar Kawal Penguatan KDKMP, Siap Jadi Motor Perekonomian Desa
“Belanja modal utamanya dari sektor kegiatan-kegiatan konstruksi untuk segera didahulukan. Jangan sampai terjadi penumpukan anggaran di akhir tahun atau bendol mburi,” tandasnya. (mg1/c1/ady)
Editor : Oksania Difa Ilmada