BLITAR KAWENTAR - Meski pembangunan fisik Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, terus dikebut untuk mengejar target operasional Juli 2026, hingga kini mekanisme penjaringan siswa dan tenaga pendidik masih menyisakan tanda tanya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar sendiri masih menunggu instruksi resmi terkait teknis rekrutmen tersebut.
Baca Juga: Hari Raya Iduladha, RPH Kabupaten Blitar Buka Layanan Pemotongan Hewan Kurban, Begini Ketentuannya
Pj Sekda Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono menyatakan, meski secara nasional muncul isu daerah harus segera menyiapkan siswa dan guru, hingga saat ini belum ada ketentuan pasti atau petunjuk pelaksanaan (juklak) dari Kementerian Sosial (Kemensos).
"Meskipun sudah ada isu daerah harus menyiapkan siswa dan guru, tapi sejauh ini belum ada ketentuan pastinya. Misalnya untuk guru, apakah nanti diambil dari guru yang sudah ada di Kota Blitar atau rekrutmen baru. Kami masih menunggu instruksi dari pusat," ujarnya, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Tak Ada Lagi Toleransi Bagi Pengemudi Truk ODOL di Blitar, Dishub-Polisi Siapkan Sanksi Tegas
Terkait progres pembangunan fisik, Tri Iman menyebutkan bahwa saat ini pengerjaan yang masuk dalam skema proyek strategis nasional (PSN) tersebut sudah mendekati angka 50 persen.
Percepatan terus dilakukan mengingat tenggat waktu penyelesaian bangunan fisik jatuh pada bulan Juni mendatang.
"Sekolah Rakyat itu berdasarkan laporan dari dinsos dan pelaksana, saat ini mendekati 50 persen. Kalau melihat isu nasional, itu harus rampung pada Juni dan siap operasional di Juli," imbuhnya.
Dia menegaskan, seluruh anggaran pembangunan hingga teknis operasional di lapangan bersumber langsung dari APBN.
Baca Juga: Pemkot Blitar Targetkan Renovasi Istana Gebang Tuntas saat Momen Bulan Bung Karno
Pemkot Blitar dalam hal ini berperan aktif memantau pelaksanaan dan memiliki kewajiban melaporkan dukungan PSN tersebut setiap semester.
"Kita cuma penerima manfaat. Anggaran hingga aturannya dari pemerintah pusat semua," ungkapnya.
Sebelumnya, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin meninjau langsung lokasi proyek pada Selasa (12/5) lalu untuk memastikan program gagasan Presiden Prabowo Subianto ini berjalan sesuai rencana.
Sekolah berasrama bertaraf internasional untuk warga kurang mampu ini dirancang memiliki kapasitas total 1.080 siswa dari jenjang SD hingga SMA dengan target angkatan awal sebanyak 270 anak.
Baca Juga: Toyota Veloz 2026 Resmi Jadi MPV Premium Modern, Desain Mewah, Fitur Canggih dan Kabin Super Nyaman
Ibin menyebut, fasilitas pendidikan ini diharapkan mulai fungsional pada tahun ajaran baru sekitar Juli atau Agustus 2026 mendatang. (mg1/c1/ady)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda