Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Anak Muda Suka yang Manis-manis, Awas Bisa Picu Sugar Craving, Ini Penjelasan Dinkes Blitar

Akhmad Nur Khoiri • Selasa, 19 Mei 2026 | 12:30 WIB
‎Waspada Sugar Craving, Picu Gangguan Metabolisme- -‎Dinkes Blitar Soroti Bahaya Gula Berlebih (ilustrasi by gemini ai)
‎Waspada Sugar Craving, Picu Gangguan Metabolisme- -‎Dinkes Blitar Soroti Bahaya Gula Berlebih (ilustrasi by gemini ai)

 

BLITAR KAWENTAR – Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan kini menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar.

Konsumsi gula yang tinggi dinilai tidak hanya berdampak pada kenaikan berat badan, tetapi juga dapat memicu efek ketergantungan yang menyerupai zat adiktif.

Baca Juga: Satu-Satunya dari Kota Blitar, Dhimas Driessen Tempuh Diklat Garuda Putih untuk Menjadi Kader Tangguh Nasional

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati menjelaskan, saat seseorang mengonsumsi makanan manis, otak akan melepaskan hormon dopamin yang memunculkan rasa senang dalam waktu singkat.

Namun, efek tersebut hanya bersifat sementara dan membuat tubuh terus menginginkan asupan gula tambahan.

Baca Juga: Daftar Harga OPPO Terbaru 2026 Resmi di Indonesia, Banyak Model Turun Harga dan Bikin Konsumen Tergoda

”Begitu level dopamin turun, badan akan meminta asupan gula lagi. Kondisi ini yang disebut sugar craving,” ujarnya.

Menurut dr Christine, kondisi tersebut membuat banyak orang sulit mengontrol konsumsi makanan maupun minuman manis dalam aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: 7 HP Redmi Murah 2026 yang Paling Diburu, Harga Bersahabat dengan Spek Siap Tempur Harian

Jika terus dibiarkan, pola konsumsi seperti ini dapat memicu gangguan metabolisme tubuh.

Dia menjelaskan, asupan gula berlebih dapat mengganggu kerja hormon insulin yang berfungsi mengatur kadar gula darah.

Baca Juga: Starting Grid Moto3 Catalunya 2026 Bikin Geger! Feda Ega Pratama Start dari Posisi 21, Drama Persaingan Papan Atas Makin Panas

Ketika insulin mulai mengalami gangguan fungsi, kadar gula darah dalam tubuh berpotensi meningkat secara drastis dan memicu diabetes melitus tipe 2.

”Kalau konsumsi gula terus berlebihan, insulin bisa mengalami gangguan kerja. Dampaknya, gula darah meningkat dan risiko diabetes mulai muncul,” jelasnya.

Baca Juga: Daftar HP Redmi Murah 2026 Terbaik untuk Pelajar dan Gaming, Harga Bersahabat Spek Tidak Murahan

Selain diabetes, konsumsi gula yang tidak terkendali juga berpotensi menyebabkan obesitas hingga kerusakan organ seperti ginjal apabila berlangsung dalam jangka panjang.

Sebagai langkah pencegahan, dinkes mengimbau masyarakat mulai membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula.

Baca Juga: Satu-Satunya dari Kota Blitar, Dhimas Driessen Tempuh Diklat Garuda Putih untuk Menjadi Kader Tangguh Nasional

Warga juga diminta lebih teliti membaca kandungan gula pada label kemasan produk sebelum membeli.

dr Christine menyarankan masyarakat mengganti camilan manis dengan buah-buahan segar yang mengandung serat alami serta memperbanyak konsumsi air putih untuk membantu menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.

Baca Juga: Rekomendasi HP Redmi Murah 2026 Paling Worth It, Harga Terjangkau dengan Fitur Naik Kelas

“Pola hidup sehat harus mulai dibiasakan dari sekarang agar risiko penyakit akibat gula berlebih bisa ditekan,” pungkasnya.(kho/c1/sub)

Editor : Oksania Difa Ilmada
#bahaya makanmminum manis berlebihan #sugar craving #dinas kesehatan #dinkes blitar