BLITAR KAWENTAR - Di tengah menjamurnya tempat wisata camping yang ramai dan serba instan, Didik Purwanto justru memilih konsep berbeda.
Pria warga Desa Slumbung, Kabupaten Blitar ini mengusung ide private camping ground di lahan pribadinya, kawasan sungai Lereng Kelud.
Jumlah pengunjung sangat dibatasi.
Sudah tiga tahun lalu Didik mengubah tanahnya jadi lokasi berkemah yang eksklusif.
Baca Juga: Aksi Veda Ega Pratama Moto3 Le Mans Tuai Pujian, Rider Muda Indonesia Makin Dekat dengan Mimpi Besar
Bukan tanpa alasan.
Sebelumnya, ayah dua anak itu sudah 13 tahun berkecimpung di bisnis rental perlengkapan outdoor.
"Tamu saya banyak yang ngeluh kalau camping di tempat umum itu kurang nyaman. Ramai, kamar mandi kotor, suara bising," ujarnya.
Dari keluhan itulah dia nekat membangun camping ground yang diberi nama Kaleenata dengan sistem reservasi.
Pengunjung tak bisa datang seenaknya.
Mereka harus booking dulu.
"Saya batasi maksimal 10 sampai 11 sender per hari. Kalau grup besar seperti sekolah ya beda, bisa sampai 70 anak karena satu tim," jelas pria 44 tahun ini.
Fasilitasnya pun lengkap.
Baca Juga: Daftar Lengkap Harga OPPO Terbaru 2026, Banyak HP Turun Harga dan Siap Jadi Buruan Konsumen
Mulai dari toilet, shower, wastafel, hingga area bersih.
Listrik bisa dicolok ke tenda, demi kenyamanan dan keamanan.
Baca Juga: Update Harga OPPO Terbaru 2026 di Indonesia, Seri A hingga Reno Banyak Diskon dan Jadi Incaran
Lokasinya masuk 80 meter dari jalan utama, jauh dari kebisingan kendaraan.
Pengunjung bisa menikmati sungai alami Lereng Gunung Kelud.
Baca Juga: Harga OPPO Terbaru 2026 Resmi Update, Deretan HP Favorit Kini Lebih Murah dan Layak Dibeli
"Jadi di sini gak ada suara 'motor-motor' " katanya.
Yang menarik, harga yang ditawarkan masih ramah di kantong.
Didik membanderol paket camping mulai Rp500 ribu.
Jauh di bawah harga camping di Malang yang rata-rata tembus Rp1 jutaan.
"Saya jual cuma 500 ribuan, di bawahnya juga ada. Dengan fasilitas segini, sudah untung. Saya gak perlu banyak orang masuk, yang penting tempat saya bersih dan tamu nyaman," tegasnya.
Tak heran, pengunjung kebanyakan keluarga dari luar kota yang memang ingin berburu ketenangan.
Baca Juga: Sekda Kabupaten Blitar Cuti Haji, Bupati Tunjuk Inspektur Daerah Jadi Pj, Ini Pertimbangannya
Puncak kunjungan biasanya di Jumat, Sabtu, dan Minggu.
"Kalau hari biasa, ada yang minta sendiri, satu keluarga tanpa tamu lain. Saya temenin tim lapangan," imbuhnya.
Didik juga memasang CCTV di seluruh area untuk pengawasan.
Konsep private camping-nya rupanya mendapat testimoni bagus dari pelanggan.
"Saya sasar keluarga yang butuh kenyamanan. Camping itu harus nyaman, bukan sekadar tidur di tanah," pungkasnya.(*/sub)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda