Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sekolah Rakyat Miliki Fasilitas Mewah, tapi Sulit Gaet Calon Siswanya, Ini Kata Wali Kota Blitar

M. Luki Azhari • Selasa, 19 Mei 2026 | 12:22 WIB
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin.
 

BLITAR KAWENTAR - Proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman kini memasuki fase krusial.

Di tengah progres fisik yang sudah menyentuh 50 persen, soal penjaringan calon siswa menjadi tantangan yang membutuhkan solusi yang tepat.

Baca Juga: Dinamika Penjaringan Calon Ketua KONI Kota Blitar Makin Pelik, Massa dari MAKI Gelar Aksi Tolak Sosok Calon Mantan Napi

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin kini fokus membedah tantangan nonteknis, yakni meyakinkan orang tua dari keluarga prasejahtera agar mau melepas anaknya ke sekolah berasrama tersebut. 

Pria yang akrab disapa Mas Ibin ini mengakui kendala psikologis di masyarakat kategori desil 1 serta sistem asrama (boarding school) yang mewajibkan siswa menetap ternyata memicu keraguan bagi sebagian orang tua.

Baca Juga: Pencari Ikan di Blitar Hanyut di Sungai Brantas saat Flushing Bendungan Wlingi-Lodoyo Masih dalam Pencarian, Begini Kronologinya

"Kesulitannya pada sosialisasi. Masyarakat belum begitu yakin karena anaknya tidak pulang (asrama). Saya mendengar laporan dari pendamping di lapangan, memang agak susah meyakinkan mereka," ujarnya kepada Koran ini kemarin (18/5).

Padahal, jelas dia, program gagasan Presiden Prabowo Subianto ini dirancang sebagai paket lengkap pengentasan kemiskinan.

Baca Juga: Aksi Veda Ega Pratama Moto3 Le Mans Tuai Pujian, Rider Muda Indonesia Makin Dekat dengan Mimpi Besar

Tak tanggung-tanggung, selain pendidikan gratis bertaraf internasional dengan tutor berkualitas, keluarga siswa rencanannya juga akan mendapat intervensi ekonomi berupa program bedah rumah hingga bantuan pengembangan usaha. 

"Eman sekali kalau dilewatkan. Fasilitasnya mewah, bahkan melampaui fasilitas warga kelas menengah di kota. Program ini memfasilitasi anaknya sekaligus keluarganya," jelasnya.

Baca Juga: Veda Ega Pratama di Moto3 Le Mans Jadi Perhatian, Pembalap Muda Indonesia Tunjukkan Potensi Besar di Eropa

Guna memastikan ketepatan sasaran, Pemkot Blitar melakukan penyisiran data secara berlapis. 

Dari basis data awal gabungan desil 1 dan 2 yang mencapai 6.000 jiwa, kini telah dikerucutkan menjadi 2.000 nama.

Baca Juga: Hasil Veda Ega Pratama Moto3 Le Mans Bikin Heboh, Aksi Pembalap Indonesia Ini Curi Perhatian di Lintasan Legendaris

Data tersebut selanjutnya diserahkan ke Kementerian Sosial (Kemensos) untuk verifikasi akhir guna mengisi kuota angkatan pertama yang dipatok di bawah 1.000 siswa.

Langkah verifikasi ini, ujar Mas Ibin, menjadi krusial mengingat peta kemiskinan di Bumi Bung Karno yang cukup spesifik.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Moto3 Le Mans Jadi Sorotan, Pembalap Indonesia Ini Bikin Bangga Meski Hadapi Persaingan Ketat

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kota Blitar pada 2025 berada di level 6,60 persen atau sekitar 9.690 jiwa. 

Di sisi lain, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperinda) Kota Blitar mencatat bahwa angka kemiskinan ekstrem sudah berhasil ditekan hingga nol persen.

Baca Juga: Harga OPPO Terbaru 2026 Resmi Update, Ini Daftar HP Favorit dari Seri A, Reno hingga Find yang Paling Diburu

“Verifikasi ini juga jadi tantangan tersendiri, karena angka kemiskinan di kota juga telah menurun drastis,” akunya.

Menanggapi fenomena keraguan warga, Mas Ibin telah menginstruksikan pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar untuk menggencarkan sosialisasi di tingkat kelurahan.

Baca Juga: Harga OPPO Terbaru 2026 Resmi Update, Deretan HP Favorit Kini Lebih Murah dan Layak Dibeli

Bahkan, dia menyiapkan strategi pendekatan persuasif yang unik. 

"Rencananya orang tua akan diajak ‘piknik’ meninjau lokasi proyek. Biar mereka melihat langsung kualitas bangunannya. Kami harus proaktif karena target operasional sudah di depan mata, yakni Juli atau Agustus 2026 mendatang," tegasnya. (mg1/c1/ady)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#sekolah rakyat blitar #calon siswa #Syauqul Muhibbin #Kota Blitar #Sekolah Rakyat