BLITAR KAWENTAR - Kota Blitar akan mendapat bantuan sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto pada Idul Adha mendatang.
Tak tanggung-tanggung, sapi yang akan diserahkan pada H-1 Lebaran kurban tersebut memiliki bobot fantastis, yakni mencapai 1 ton lebih 8 kilogram.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, Dewi Masitoh mengungkapkan, kriteria sapi bantuan presiden memang sangat ketat.
Selain harus memiliki berat minimal 1 ton, hewan kurban tersebut wajib dalam kondisi sehat, sudah tervaksin, serta mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dokter hewan setempat.
Baca Juga: Anak Muda Suka yang Manis-manis, Awas Bisa Picu Sugar Craving, Ini Penjelasan Dinkes Blitar
"Intinya harus sehat dan memenuhi spek bobot. Kemarin kami dapatkan yang beratnya 1 ton lebih 8 kilo. Kami sangat teliti dan hati-hati dalam mengusulkan, terutama memastikan sapi tidak terpapar wabah PMK (penyakit mulut dan kuku) maupun LSD (lumpy skin disease)," jelasnya, kemarin (18/5).
Dewi menyebut, sapi raksasa tersebut justru tidak berasal dari peternakan lokal Blitar yang notabene salah satu sentra peternakan sapi terbesar di Jawa Timur.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Miliki Fasilitas Mewah, tapi Sulit Gaet Calon Siswanya, Ini Kata Wali Kota Blitar
Alasannya belum ada sapi yang bobotnya mampu menyentuh angka 1 ton sesuai spesifikasi sekretariat presiden.
"Blitar kemarin, kami cek belum ada yang pas, tonasenya belum nyampai 1 ton. Akhirnya kami carikan dari farm besar di luar kota, yaitu dari Kediri," tambahnya.
Terkait proses pengadaan, saat ini tahapannya memasuki proses negosiasi harga.
Menariknya, proses transaksi tidak dilakukan oleh pemerintah daerah, melainkan langsung oleh Staf Khusus Sekretariat Presiden.
DKPP Kota Blitar dalam hal ini hanya berperan sebagai fasilitasi dan mencarikan kandidat sapi yang sesuai kriteria.
"Minggu-minggu ini stafsus presiden akan nego langsung dengan pemilik. Kami tidak tahu anggarannya karena teknis detailnya ada di pusat. Jika cocok, seluruh peternak penyedia sapi presiden di Jawa Timur akan dikumpulkan di dinas peternakan provinsi," papar Dewi.
Baca Juga: Aksi Veda Ega Pratama Moto3 Le Mans Tuai Pujian, Rider Muda Indonesia Makin Dekat dengan Mimpi Besar
Meski kasus PMK dan LSD di Jawa Timur saat ini sudah terkendali, dia memastikan pengawasan terhadap sapi bantuan presiden ini akan dilakukan ekstra ketat hingga hari penyerahan nanti. (mg1/c1/ady)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda