Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Debit Sungai Brantas Meningkat Dampak Flushing Bendungan Wlingi-Lodoyo di Blitar, BPBD: Jangan Nekat Cari Ikan di Bantaran

Akhmad Nur Khoiri • Selasa, 19 Mei 2026 | 13:34 WIB
RISIKO: Sejumlah alat berat bekerja untuk menguras bendungan Wlingi-Lodoyo agar bersih dari sedimen, Senin (18/5/2026).
RISIKO: Sejumlah alat berat bekerja untuk menguras bendungan Wlingi-Lodoyo agar bersih dari sedimen, Senin (18/5/2026).

 

BLITAR KAWENTAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat terkait kegiatan pladu atau flushing Sungai Brantas yang dimulai kemarin (18/5). Rencananya, pladu dilaksanakan selama enam hari hingga Sabtu (23/5).

Warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan. Sebab, debit air diperkirakan mengalami peningkatan signifikan selama proses flushing berlangsung.

‎Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi mengatakan, masyarakat diminta untuk sementara waktu menghindari aktivitas di sekitar bantaran sungai demi keselamatan.

Baca Juga: Ini Penampakan Hewan Kurban di Blitar Hasil Bantuan Presiden Prabowo Subianto.

Peningkatan arus air selama flushing dinilai berpotensi membahayakan warga, terutama yang nekat mencari ikan di sungai.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan diri dan keluarga daripada mencari ikan saat proses pladu berlangsung,” ujarnya.

‎Menurutnya, arus Sungai Brantas selama flushing dapat berubah secara cepat dan lebih deras dibanding kondisi normal. Situasi tersebut membuat aktivitas di sekitar sungai menjadi berisiko tinggi, terutama bagi warga yang berada terlalu dekat dengan aliran air.

Baca Juga: Veda Ega Pratama di Moto3 Le Mans Jadi Perhatian, Pembalap Muda Indonesia Tunjukkan Potensi Besar di Eropa

‎Selain arus deras, BPBD juga mengingatkan kondisi tepian sungai yang licin dan rawan longsor.

Warga diminta lebih berhati-hati karena risiko terpeleset maupun terseret arus bisa terjadi sewaktu-waktu.

‎BPBD turut meminta orang tua untuk mengawasi anak-anak agar tidak bermain di sekitar bantaran Sungai Brantas selama kegiatan flushing berlangsung. Perubahan debit air secara mendadak dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan anak-anak.

“Pengawasan terhadap anak-anak sangat penting karena perubahan arus air bisa terjadi dengan cepat,” jelasnya.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Moto3 Le Mans Jadi Sorotan, Pembalap Indonesia Ini Bikin Bangga Meski Hadapi Persaingan Ketat

‎Wahyudi menambahkan, kegiatan flushing dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan aliran sungai dan waduk.

Meski demikian, masyarakat diminta tetap mematuhi seluruh imbauan keselamatan yang telah disampaikan petugas.

‎BPBD berharap kesadaran masyarakat untuk tidak turun ke sungai selama pladu berlangsung dapat mengurangi risiko kecelakaan maupun korban jiwa. Warga juga diminta segera melapor kepada petugas apabila menemukan kondisi darurat di sekitar aliran Sungai Brantas.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Miliki Fasilitas Mewah, tapi Sulit Gaet Calon Siswanya, Ini Kata Wali Kota Blitar

“Kami berharap masyarakat bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti imbauan yang sudah disampaikan demi keselamatan bersama,” pungkasnya.(kho/c1/sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#flushing bendungan #Wlingi #pladu #lodoyo blitar #BPBD Kabupaten Blitar