Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ancaman Fenomena El Nino, Disnakkan Minta Pembubidaya Ikan Waspada Risiko Kematian Meningkat

Akhmad Nur Khoiri • Rabu, 20 Mei 2026 | 15:00 WIB
‎AKHMAD NUR KHOIRI/RADAR PENATARAN - ‎TELITI: Salah satu pembudi daya ikan mengatur jumlah pakan yang diberikan.
‎AKHMAD NUR KHOIRI/RADAR PENATARAN - ‎TELITI: Salah satu pembudi daya ikan mengatur jumlah pakan yang diberikan.

 

BLITAR KAWENTAR – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar menyiapkan sejumlah strategi mitigasi dan adaptasi untuk membantu para pembudi daya ikan menghadapi dampak perubahan cuaca ekstrem sepanjang tahun ini.

Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi risiko penurunan kualitas air hingga kematian massal ikan akibat perubahan suhu yang tidak stabil.

Baca Juga: Pencari Ikan di Sungai Brantas yang Menantang Maut saat Flushing Bendungan Wlingi Raya Blitar

Kabid Perikanan Budi Daya Disnakkan Kabupaten Blitar, Deki Nusa Asmara mengatakan, perubahan cuaca menjadi tantangan serius bagi sektor perikanan darat.

Karena itu, para pembudi daya diminta mulai menerapkan pola budi daya yang lebih adaptif dan tidak hanya mengandalkan metode konvensional.

Baca Juga: Hadapi Dampak Kemarau Panjang El Nino, Petani di Blitar Mulai Rombak Pola Tanam

Menurutnya, salah satu langkah mitigasi utama yang terus disosialisasikan adalah pengaturan pola tebar benih dan manajemen pemberian pakan secara lebih efisien.

Pembudi daya juga diimbau mengurangi kepadatan ikan di kolam agar kadar oksigen terlarut tetap stabil.

Baca Juga: Samanhudi Menang, Langsung Semprot Pemkot Unggul 7 Suara dari Tony Andreas KEPANJENKDIUL, Radar Blitar- M. Samanhudi Anwar terpilih sebagai Ketua KONI Kota Blitar usai menang dalam

”Kami terus mengedukasi pembudi daya untuk menerapkan strategi adaptasi, mulai dari pengaturan waktu tebar benih yang tepat hingga efisiensi pakan guna menjaga kualitas air kolam tetap stabil,” ujarnya.

Selain itu, penggunaan teknologi seperti kincir air maupun sistem aerasi tambahan juga dianjurkan, terutama pada kolam intensif yang rentan mengalami perubahan suhu dan pembalikan massa air (turnover).

Baca Juga: Gesits Raya Motor Listrik Jadi Alternatif Kendaraan Masa Kini, Desain Futuristik dan Hemat Biaya Jadi Keunggulan

Disnakkan menilai langkah tersebut penting untuk menjaga sirkulasi air dan meminimalkan risiko stres pada ikan saat cuaca berubah secara ekstrem.

Tidak hanya fokus pada pengelolaan kolam, disnakkan juga mendorong penerapan cara budi daya ikan yang baik (CBIB) serta penggunaan probiotik guna meningkatkan daya tahan ikan terhadap penyakit musiman.

Baca Juga: Pencari Ikan di Sungai Brantas yang Menantang Maut saat Flushing Bendungan Wlingi Raya Blitar

"Pendampingan melalui penyuluh perikanan lapangan juga terus dilakukan agar pembudi daya dapat memahami teknik penanganan yang tepat saat terjadi perubahan kualitas lingkungan kolam," ungkapnya.

Deki menambahkan, pembudi daya mulai diarahkan untuk melakukan diversifikasi komoditas ikan yang lebih tahan terhadap fluktuasi suhu dan kondisi cuaca tertentu.

Baca Juga: Hadapi Dampak Kemarau Panjang El Nino, Petani di Blitar Mulai Rombak Pola Tanam

“Melalui pendampingan ini kami berharap risiko kerugian akibat kematian ikan bisa ditekan dan produktivitas perikanan budi daya tetap terjaga,” jelasnya.(kho/c1/sub)

Editor : Oksania Difa Ilmada
#ancaman el nino #perubahan cuaca ekstrem #budidaya ikan #Budidaya Ikan dalam Ember