BLITAR KAWENTAR – Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap Isnaini, warga Kecamatan Kesamben, yang dilaporkan hanyut di Sungai Brantas saat berburu ikan di area Bendungan Wlingi Raya.
Hingga hari kedua pencarian kemarin (19/5), petugas gabungan belum menemukan tanda-tanda jasad pencari ikan tersebut.
Informasi yang dihimpun di lapangan, pencarian jasad Isnaini dilakukan di area Bendungan Wlingi Raya, titik awal hanyut, hingga radius 5 kilometer menuju Bendungan Serut.
Koordinator Unit Siaga SAR Malang, Imam Nahrowi mengatakan, laporan pertama diterima pada Senin sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Baca Juga: Jelang Iduladha, Disnakkan Kabupaten Blitar Klaim Kasus PMK Aman Terkendali
Memasuki hari kedua pencarian, puluhan personel gabungan diterjunkan menyisir aliran sungai mulai lokasi kejadian hingga Bendungan Serut.
”Kami mendapat informasi adanya dugaan orang hanyut di Sungai Brantas wilayah Bendungan Wlingi. Setelah menerima laporan tersebut, tim SAR langsung melakukan verifikasi informasi sebelum bergerak ke lokasi kejadian,” ujar Imam.
Baca Juga: Pencari Ikan di Sungai Brantas yang Menantang Maut saat Flushing Bendungan Wlingi Raya Blitar
Dia melanjutkan, pada pencarian hari kedua, Basarnas menerjunkan satu perahu karet untuk menyisir area sekitar titik dugaan korban tenggelam.
Tim memfokuskan pencarian di lokasi yang diperkirakan masih menjadi area korban terseret arus.
Baca Juga: Hadapi Dampak Kemarau Panjang El Nino, Petani di Blitar Mulai Rombak Pola Tanam
Apabila korban belum ditemukan di sekitar lokasi awal, pencarian akan diperluas hingga Bendungan Serut yang berada di hilir Sungai Brantas.
Selain pencarian melalui jalur sungai, tim darat juga disebar di sejumlah titik strategis seperti jembatan dan bendungan untuk melakukan pemantauan kemungkinan korban muncul di permukaan.
”Kami melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian terlebih dahulu. Tim darat kami tempatkan di titik-titik pemantauan, termasuk jembatan dan bendungan,” ungkapnya.
Meskipun begitu, proses pencarian tidak berjalan mudah.
Imam mengakui kondisi sungai saat ini cukup menyulitkan tim SAR karena debit air mulai menurun pasca flushing bendungan, sementara kondisi air masih keruh pekat.
”Airnya keruh dan debit mulai berkurang itu menjadi kendala pencarian,” katanya.
Baca Juga: Momentum Harkitnas 2026, Wali Kota Blitar Ajak Tunas Bangsa Terus Berkarya
Meski demikian, tim gabungan tetap berupaya memaksimalkan pencarian dengan menyisir aliran sungai dari lokasi kejadian hingga beberapa kilometer mengikuti aliran sungai.
Sebab, besar kemungkinan Isnaini terbawa arus deras Sungai Brantas.
Dalam operasi pencarian tersebut, sekitar 40 hingga 50 personel gabungan diterjunkan.
Mereka terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta relawan potensi SAR di wilayah Blitar dan sekitarnya.
Baca Juga: Gesits Raya Motor Listrik Jadi Sorotan, Desain Modern dan Biaya Hemat Bikin Masyarakat Mulai Beralih
”Dengan tim yang maksimal dalam pencari ini, semoga Isnaini dapat segera ditemukan,” pungkasnya.(jar/c1/sub)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda